Skip to main content

Posts

Showing posts with the label HIV / AIDS

Mencegah Risiko Kematian

Pengobatan pasien yang terinfeksi virus AIDS penting dilakukan sesegera mungkin. Selain memperbaiki kondisi umum, juga mencegah pasien meninggal lebih cepat. Sebuah studi terbaru di Amerika menyarankan mereka yang terinfeksi HIV (Human Immuno Deficiency Virus) untuk selekas mungkin ditangani dengan obat-obatan. Pasalnya, menunda pengobatan hingga daya tahan tubuh si pasien turun dapat meningkatkan risiko kematian hingga dua kali lipat dibanding pasien yang ditangani lebih dini. ''Data menunjukkan bahwa risiko kematian lebih tinggi jika pasien hanya menunggu atau mengulur waktu pengobatan dibandingkan mereka yang langsung ditangani," ujar Direktur Penyakit Infeksi dan Alergi Nasional Amerika Dr Anthony Fauci. Data menyebutkan, sekitar 56.300 penduduk Amerika terinfeksi HIV per tahun. Infeksi virus ini berakibat fatal karena meluluhlantakkan sel-T, yakni sel yang berfungsi sebagai daya tahan tubuh dalam melawan virus.Pada orang normal dan sehat, jumlah sel T berkisar 800 mil...

Vaksin AIDS Masih Suram

PERJALANAN untuk menemukan vaksin pencegah AIDS tampaknya masih panjang. Krisis ekonomi yang melanda dunia rupanya turut berpengaruh terhadap pendanaan penelitian AIDS, dan itu artinya juga berdampak terhadap kemunduran upaya penemuan vaksin pelawan HIV penyebab AIDS. Direktur Institut Nasional Penyakit Alergi dan Infeksi di Amerika Serikat, Anthony Fauci mengatakan, tidak mungkin memprediksi kapan pastinya ilmuwan medis dapat mengembangkan vaksin AIDS yang efektif di saat masih merebaknya sejumlah penyakit mematikan lainnya seperti campak dan cacar air. "Akankah ada jaminan bahwa kita akan sukses mendapatkan vaksin dalam kondisi seperti ini? Namun, bukan berarti kita lantas menyerah untuk terus mencoba menemukannya," ujar Fauci saat menghadiri konferensi internasional tentang vaksin AIDS di Cape Town Afrika Selatan bersama 900 ahli medis lainnya. Afrika Selatan merupakan pusat epidemi AIDS. Data menyebutkan, dari total 33 juta pengidap HIV/AIDS di seluruh dunia, sekitar 5,5 ...

Manfaat Kontrasepsi

Mencegah kehamilan adalah cara menekan laju pertumbuhan manusia, terutama mencegah ledakan penduduk pada 2015. Alat kontrasepsi menjadi salah satu medianya. Data The Alan Guttmacher Institute, New York, menyebutkan, di dunia kira-kira 85 dari 100 perempuan yang aktif secara seksual tidak menggunakan metode kontrasepsi apa pun. Alhasil, terjadi kehamilan dalam waktu satu tahun. Tak heran, lebih dari seperempat wanita yang hamil melakukan pengguguran. Mereka adalah bagian dari 123 juta orang di dunia yang tidak menggunakan kontrasepsi, khususnya dari negara berkembang. "Kebutuhan akan kontrasepsi di negara-negara berkembang seperti Indonesia adalah sangat krusial. Sebab, saat ini masih banyak masyarakat yang kurang memiliki pemahaman mengenai kontrasepsi maupun pilihan kontrasepsi yang digunakan," sebut Ketua Asia Pacific Council on Contraception (APCOC) Indonesia Prof Biran Affandi SpOG (K) MD PhD. Kontrasepsi berasal dari kata kontra, berarti "mencegah" atau "m...

Cuci Miss V Pakai Sabun Picu Infeksi HIV

HATI-HATI membersihkan daerah intim kewanitaan Anda. Penggunaan sabun yang umum dilakukan para wanita ternyata berpotensi menimbulkan kanker. Sebuah studi baru menemukan bahwa praktik intravaginal yang digunakan wanita seperti mencuci Miss V dengan sabun justru meningkatkan ancaman infeksi HIV. Nicola Low dari University of Bern, Switzerland mengatakan, wanita cenderung menggunakan praktik-praktik intravaginal yang justru membahayakan kesehatan mereka, seperti penelitian pencegahan HIV yang dilakukan di Sahara Afrika. Para penulis mengumpulkan data peserta individu dari 13 studi di Sahara Afrika yang melibatkan hampir 15.000 wanita, ditemukan 791 di antaranya tertular HIV dan menemukan bahwa infeksi HIV dalam waktu dua tahun terkait dengan praktik intravaginal tersebut, seperti ditulis Times of India. Setelah mengontrol umur, status pernikahan, wanita yang menggunakan kain atau kertas untuk membersihkan daerah intim mereka memiliki risiko satu setengah kali lebih mungkin terserang inf...

Seks Oral Picu Kanker Kepala & Leher

KANKER kepala dan leher meningkat di antara usia 30-an dan orang-orang yang lebih muda. Sebagian ahli mengaitkan kenaikan ini dengan aktivitas seks oral. Kanker kepala dan leher dipicu human papillomavirus (HPV), virus yang dapat ditularkan melalui aktivitas seksual. "Seringnya aktivitas seksual dilakukan, terutama seks oral, terkait dengan peningkatan infeksi HPV," kata Dr Greg Hartig, profesor THT dan bedah kepala dan leher Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Universitas Wisconsin, Madison, seperti dikutip dari Health24, Kamis (27/1/2011). Menurut Dr William Lydiatt, onkolog dari Pusat Kesehatan Universitas Nebraska di Omaha, secara keseluruhan kasus kanker leher dan kepala akan turun, apalagi karena lebih sedikit orang yang merokok (tembakau dan alkohol adalah faktor risiko utama kanker ini). Namun kenyatannya, kasus kanker amandel dan pangkal lidah terus naik selama dekade terakhir, terutama pada orang-orang yang positif HPV. Seks oral dan HPV Sebuah studi yang d...

Ditemukan, Vaksin AIDS pada Tubuh ODHA

PENELITI Amerika selangkah lebih dekat untuk mengembangkan vaksin melawan virus AIDS yang mematikan. Mereka menemukan antibodi yang mampu membunuh 91 persen virus HIV. Ilmuwan menemukan tiga antibodi kuat dalam sel tubuh seorang pria gay keturunan Afrika-Amerika berusia 60 tahun yang dijuluki Donor 45. Bahkan satu di antaranya adalah antibodi yang menetralisir lebih dari 91 persen virus HIV. Tubuh pria tersebut membuat antibodi secara alami. Demikian okezone lansir dari NY Daily News, Senin (12/7/2010). Dalam kasus Donor 45—yang antibodinya tidak menyelamatkan dirinya dari tertular HIV—peneliti menyaring sekira 25 juta sel untuk menemukan puluhan sel yang nantinya bisa menghasilkan antibodi yang kuat. Pria tersebut kemungkinan besar sudah tertular virus HIV sebelum tubuhnya mulai memroduksi antibodi. Hingga kini, ia masih hidup, dan telah mengidap HIV selama 20 tahun pada saat darahnya diambil. Para peneliti berkeinginan membuat sebuah vaksin yang akan memungkinkan tubuh setiap orang u...

Terobosan Baru, Gel Tangkal HIV untuk Wanita

AIDS jadi momok terbesar bagi setiap individu. Para ilmuwan membuat gel untuk mengurangi risiko wanita tertular HIV melalui hubungan seks. Sekelompok ilmuwan New York pada Senin waktu setempat mengatakan, mereka telah datang dengan gel yang mampu mengurangi risiko wanita tertular HIV melalui seks. "Karya ini benar-benar terobosan besar. Ini bisa memungkinkan kita untuk secara substansial mengurangi penularan HIV," kata Dr Sandro Galea, Ketua Departemen Epidemiologi Mailman School of Public Health Columbia University, seperti okezone lansir dari NY Daily News, Rabu (21/7/2010). Digunakan sebelum dan sesudah berhubungan seks, obat berbentuk gel ini mampu menurunkan risiko wanita tertular virus penyebab AIDS hingga 59 persen. Rencananya, para peneliti Universitas Columbia dan ilmuwan di Pusat Penelitian Program AIDS (the Center for the AIDS Program of Research) Afrika Selatan akan menetapkan detail temuannya tidak lama lagi. (ftr) Sumber: www.lifestyle.okezone.com

5 Fakta Penting tentang HIV/AIDS

PENYEBARAN HIV/AIDS kian mengkhawatirkan saja. WHO melansir jumlah terbaru pengguna obat AIDS yang terus bertambah hingga berkali-kali lipat. Agar bebas penyakit, Anda harus mengetahui fakta menarik tentang HIV/AIDS. Di antaranya: 1. HIV tidak pandang bulu Sejak epidemi HIV dimulai 20 tahun lalu, stereotipe yang beredar di masyarakat tentang penderita HIV yaitu para gay, pemakai narkoba dan para pekerja seks komersial-lah yang mendapat label tersebut. Faktanya, semua orang bisa terkena HIV, dari usia tua, muda, kaya, miskin, wanita, pria, maupun anak-anak dan dari berbagai macam profesi. 2. Seks oral tak seaman yang dipikir Oral seks sering kali dianggap sebagai cara "aman" melakukan hubungan seksual. Faktanya, berdasar penelitian, cairan tubuh yang terinfeksi seperti semen dan sekresi vagina yang mengandung konsentrasi virus HIV tinggi bisa memasuki aliran darah melalui membran mukosa mulut. 3. Jangan cuma khawatir hamil Banyak remaja percaya, satu-satunya risiko berhubungan...

Pisang Bisa Mencegah Epidemi HIV

TAHUKAH Anda, pisang mengandung lektin yang mampu mengenali dan mencegah menjangkitnya virus ke dalam tubuh. Lektin pada pisang cukup efektif untuk mencegah epidemi virus HIV melalui hubungan seksual; dengan cara mengoleskan pada alat kelamin. Tahukah Anda, pisang dikenal sebagai salah satu makanan yang memberi energi. Pisang merupakan buah yang sarat gizi, hampir tidak mengandung lemak dan mudah dicerna. Pisang memiliki kandungan mineral, kalium dan karbohidrat yang cukup tinggi sehingga memberi energi untuk melakukan aktifitas selama 90 menit nonstop. Pisang bebas kolesterol. Pisang juga mengandung tiga gula alami, sukrosa, fruktosa dan glucosa. Tidak hanya itu, buah yang tumbuh di iklim tropis ini membantu mengatasi dan mencegah beberapa macam penyakit dan gangguan kesehatan. Pisang merupakan buah yang umumnya dikonsumsi para atlet lantaran memiliki manfaat untuk menambah energi. Secara umum, kandungan gizi yang terdapat dalam setiap buah pisang matang adalah 99 kalori, protein 1,2...

Dibanding PSK, Ibu Rumah Tangga Lebih Banyak Kena AIDS

KEMENTRIAN Kesehatan RI pada 2010 mengungkap, ibu rumah tangga menempati jumlah terbanyak kasus AIDS wanita Indonesia berdasarkan pekerjaan, yakni 1970 orang. Angka ini bahkan lebih tinggi dibanding pekerja seks komersil (PSK) yang mencapai 604 orang. Secara umum hingga September 2010 tercatat, 2753 kasus AIDS baru. Artinya, ibu rumah tangga memiliki porsi 71,5 persen dalam akumulasi kasus AIDS wanita Indonesia. Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), Dr Nafsiah Mboi SpA MPH menengarai penyebabnya adalah kurangnya keterbukaan di antara pasangan suami istri. “Kalau di keluarga modern, di mana ada keterbukaan antara suami dan istri, sebelum menikah misalnya, dia sudah mengaku, ‘saya dulu pakai narkoba, sudah ada virus, jadi kita hubungan seks selalu pakai kondom ya’. Itu bisa, tapi sebagian besar enggak mau kasih tahu kalau dia terinfeksi,” paparnya pada Media Briefing “Pekan Kondom Nasional 2010” di Decanter Wine House Plaza Kuningan, Jakarta, Jumat (26/11/2010). “Pada da...

8 Persen Kasus AIDS Terjadi di Tempat Kerja

SEKIRA 60 juta pekerja dan 215 perusahaan menjalankan aktivitasnya di Indonesia. Data menunjukkan, 8 persen kasus AIDS terjadi di lingkungan kerja. Kementrian Kesehatan RI dalam lima tahun terakhir mencatat, terjadi peningkatan dalam penyebaran HIV/AIDS. Pada 2005, 5.321 orang terinfeksi HIV/AIDS sementara pada September 2010 menjadi 22.726 orang. Indonesian Business Coalition on AIDS (IBCA) menyatakan, lingkungan kantor turut menjadi sarana penyebaran virus mematikan ini. “Pencegahan adalah cara paling efektif untuk melawan epidemik AIDS. Kita semua bisa melakukan itu termasuk sektor swasta dan dunia usaha. Kesadaran dan kepedulian terhadap HIV/AIDS di lingkungan kerja diharapkan dapat menjadi bola salju guna meningkatkan kesadaran masyarakat yang lebih luas,“ papar Country Manager Indonesian Business Coalition on AIDS, Evodia Iswanti pada Media Briefing “Pekan Kondom Nasional 2010” di Decanter Wine House Plaza Kuningan, Jakarta, Jumat (26/11/2010). IBCA didirikan oleh tujuh perusahaa...

Virus HIV Menular dalam Waktu 4 Jam

Tahukah Anda virus HIV mampu menjangkau lapisan kulit kelamin wanita yang sehat, untuk mencapai sel-sel  kekebalan dalam jangka waktu empat jam. Hal tersebut berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan para peneliti Amerika dibidang kesehatan. Berdasarkan penemuan terdahulu, lining secara normal pada zona vagina dapat menghambat efektifnya virus HIV saat melakukan kegiatan seks. Hal tersebut disebabkan karena saat proses kegiatan seks berlangsung, sejumlah besar virus HIV tidak bisa menjangkau jaringan yang terdapat dalam tubuh. Tetapi dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran dari Universitas Northwestern, HIV bisa menjangkau secara normal pada jaringan alat kelamin yang sehat, ke dalam bagian terdalam vagina dan membentuk sel kekebalan tubuh dan menyebar ke leher vagina. Kepala investigasi, yang juga seorang Professor Sel dan Molekular Ilmu Biologi di San Fransisco, Thomas Hope mengatakan, penemuan tersebut merupakan hasil penting yang perlu diketahui dan di ...