Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Stroke dan Makanan

2 Cangkir Kopi Tiap Hari Hindari Stroke

2 Cangkir Kopi Tiap Hari Hindari Stroke Anda penyuka kopi? Jika ya, tidak ada salahnya untuk mempertahankan kebiasaan tersebut demi alasan kesehatan. Studi yang dihelat Karolinska Institute di Stokholm, Swedia, menemukan bahwa minum dua cangkir kopi setiap hari, secara signifikan mampu mengurangi risiko penyakit stroke. Sebelumnya, mereka meneliti beberapa jenis minuman, sebagian merangsang perkembangan stroke sedangkan sebagian lainnya justru membantu menyelamatkan jiwa. Dan, kopi telah dikonfirmasi termasuk dalam golongan yang mencegah stroke. Guna mendapatkan kesimpulan penelitian tersebut, para peneliti mengumpulkan data dari delapan penelitian antara 1960 hingga 2011. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi dua cangkir kopi per hari berisiko 14 persen lebih sedikit terhadap penyumbatan pembuluh darah di otak. Sementara, mereka yang minum hingga 4 cangkir kopi per hari, ternyata dapat mengurangi bahaya stroke hingga 17 persen. Demikian seperti disitat Dailymail, Sela...

Kontrol Kolesterol Cegah Stroke

Melihat masih rendahnya kesadaran atas risiko kolesterol yang terus meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat, PT Pfizer Indonesia (Pfizer) ingin mengajak masyarakat untuk lebih memahami mengenai kolesterol, dampak serta penanganan dan pencegahannya. Bertepat pada bulan Ramadan ini, Pfizer mengajak masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup yang seimbang dan sehat selama menjalani ibadah puasa. Andriani Ganesmwari, Marketing Communication Senior Manager PT Pfizer Indonesia mengatakan, "Sudah menjadi suatu kebiasaan setiap Ramadan, serta saat Idul Fitri kita memiliki kecenderungan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang manis dan bersantan. Selain itu, kita pun cenderung mengurangi aktivitas olah tubuh dengan alasan menyimpan tenaga agar kuat menjalani tugas sehari-hari. Tanpa kita sadari perubahan gaya hidup selama Ramadan dan Idul Fitri ini dapat menimbulkan risiko kolesterol tinggi. Oleh karena itu Pfizer, sebagai salah satu perusahaan yang peduli dan terdepan d...

Perlancar Aliran Darah Pasien Stroke

ISOFLAVON yang terkandung pada kacang-kacangan dan daun kemangi bermanfaat memperlancar aliran darah pasien stroke dan masalah pada wanita menopause. Penelitian terbaru di Hong Kong melaporkan bahwa isoflavon, suatu zat yang terdapat pada kacang-kacangan seperti kedelai, buncis, kacang polong, dan daun kemangi dapat meningkatkan fungsi pembuluh darah nadi (artery) pada pasien stroke. Penelitian yang dipublikasikan dalam European Heart Journal itu merupakan studi investigasi pertama untuk mengetahui efek suplemen isoflavonpada brachialartery (pembuluh nadi utama di lengan). Peneliti menemukan bahwa 12 minggu pasca-pemberian suplemen isoflavon dengan dosis 80 mg per hari, aliran darah di arteri menjadi lebih lancar. Kondisi ini penting terutama bagi pasien stroke ischaemic yang disebabkan penyumbatan pembuluh darah. "Temuan ini mungkin memiliki implikasi penting untuk menggunakan isoflavon sebagai langkah pencegahan sekunder pada pasien dengan gangguan sistem kardiovaskular, di samp...

Atasi Stroke dengan Cabai

Cabai, Buah dan tumbuhan anggota genus capsicum ini seperti pisau bermata dua. Bisa dicintai karena bisa menambah gairah makan dan melezatkan makanan, bisa juga karena pedas, panas, dan memerihkan makanan. Anda boleh benci buah yang satu ini. Tapi Anda tak bisa menolak bahwa buah yang satu ini bisa mengatasi sejumlah penyakit, antara lain stroke, serangan jantung koroner, dan impotensi. Supaya pedas dan tambah lezat, orang sering mencampurkan cabai ke dalam masakan. Ada yang menggunakan cabai merah yang besar dan panjang, ada yang menggunakan cabai hijau dan ada yang menggunakan cabai keriting. Tapi kebanyakan orang memilih cabai keriting untuk membuat masakan atau makanan menjadi lebih pedas. Itu karena ukurannya lebih kecil dan kadar airnya lebih sedikit, sehingga zat pedasnya per 100 gr lebih banyak. Apakah hanya itu manfaat cabai? Kandungan dan Manfaat Ternyata, menurut dr Prapti Utami, seorang konsultan herbal, di tanaman obat keluarga EVERGREEN, Bintaro Jaya, Tangerang, banyak or...

Manfaat Kedelai Hitam

KEDELAI hitam tidak sepopuler kedelai kuning. Namun, di balik kulit gelapnya tersimpan beragam manfaat untuk kesehatan. Di Indonesia, kedelai telah menjadi bahan baku makanan sehari-hari seperti tempe dan tahu. Selain tahu dan tempe, kedelai sebagai sumber pangan dapat dikonsumsi melalui berbagai produk olahannya seperti susu kedelai, protein kedelai, kecap, dan tauco. Kedelai merupakan salah satu tanaman polong-polongan sebagai sumber utama protein dan minyak. Sedangkan untuk komposisi gizi kedelai bervariasi tergantung varietas yang dikembangkan dan juga warna kulit maupun kotiledonnya. Secara garis besar, kedelai dibedakan menjadi kedelai kuning dan kedelai hitam. Kedelai yang berkulit hitam saat ini sedang menjadi incaran peneliti gizi dan kesehatan. Ternyata, di dalam kedelai hitam mengandung antisianin. Antisianin tersebut sangat potensial mencegah proses oksidasi yang terjadi secara dini dan menimbulkan penyakit degeneratif. Oksidasi LDL kolesterol merupakan awal terbentuknya pl...

Wortel Cegah Stroke dan Kanker Paru-Paru

WORTEL tidak hanya mengandung vitamin A yang baik untuk mata. Lebih dari itu. Wortel yang mengandung banyak gizi dan mineral dapat mencegah stroke. Wortel dikenal memiliki kandungan vitamin A yang sangat tinggi. Wortel memiliki unsur lain seperti kalori, protein, hidrat arang, kalsium, dan besi. Wortel adalah tumbuhan yang ditanam sepanjang tahun dan dapat tumbuh pada semua musim, terutama di daerah pegunungan yang memiliki suhu udara dingin dan lembap. Wortel merupakan sayuran yang mudah didapatkan dan manfaatnya sangat banyak bagi kesehatan tubuh. Wortel Cegah Stroke dan Kanker Paru-Paru Ada beberapa orang, terutama anak-anak yang tidak menyukai sayuran ini karena belum mengetahui apakah manfaat wortel yang sangat kaya vitamin. Oke, mari kita lihat sejauh mana wortel memberi manfaat bagi tubuh. Menurut Dr Win Johanes MS SpGK dari Medigreen. Kandungan dalam 122 gr atau secangkir jus wortel terdapat vitamin A sebanyak 34, 317, 40 mg, beta karoten 16,678 mcg, vitamin C 11,35 mg, folat 1...

Daging Merah Tingkatkan Risiko Stroke

KONSUMSI daging merah secara berlebihan terbukti meningkatkan risiko seorang wanita terserang stroke. Keterkaitan antara keduanya diungkapkan sebuah penelitian yang dilakukan di Swedia belum lama ini. Bagi Anda wanita penyuka hidangan yang terbuat daging merah, sebaiknya berhati-hati. Sebuah penelitian terbaru menyebutkan, wanita yang sering mengonsumsi daging merah dalam jumlah besar berisiko tinggi terkena stroke. Kesimpulan ini didapat setelah peneliti mengambil sampel dari lebih 30.000 wanita di Swedia. Para peneliti menemukan bukti bawa sepuluh besar responden yang mengonsumsi minimal 102 gram atau 3,6 ons daging merah setiap harinya, mengalami risiko 42 persen mengidap stroke akibat terhambatnya aliran darah ke otak dibandingkan wanita yang makan daging kurang dari 25 gram (tepat di bawah 1 ons) per harinya. Diet kaya lemak makan daging merah telah dikaitkan dengan sejumlah dampak penyakit, termasuk peningkatan risiko kanker tertentu, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi. N...

Pemicu Stroke

Beberapa tahun lalu, stroke digolongkan sebagai penyakit orang berusia lanjut. Namun, fakta telah berubah. Kini, tak sedikit orang berusia di bawah 50 tahun yang terserang stroke. Kini, tak sedikit orang berusia di bawah 50 tahun yang terserang stroke. Menurut David Palestrant, MD, Direktur Neuro-Critical Care and the Stroke Program di Cedars-Sinai, masyarakat sebenarnya memiliki pemahaman yang tinggi mengenai stroke. "Namun, mereka kerap mengabaikan faktor risikonya. Golongan usia produktif justru banyak yang menjalani pola makan tinggi lemak dan jarang berolahraga. Padahal, kedua gaya hidup itu merupakan pendorong terjadinya stroke," katanya. Stroke memang tak langsung menyebabkan kematian, tetapi pasti menurunkan kualitas hidup penderitanya. Palestrant menyebutkan kelompok wanita yang berisiko terhadap stroke, terutama yang: Berusia di atas 30 tahun, dan tengah mengonsumsi kontrasepsi oral jenis estrogen dosis tinggi. Risiko mereka meningkat 22 kali lebih tinggi, apabila...