LAYAKNYA orang dewasa yang mengalami stres, anak-anak juga mengalami gejala-gejala stres. Psikolog Medicare Clinic Anna Surti Ariani mengungkapkan perbedaan mendasar ketika orang dewasa dan anak ialah cara mengenali dan mengatasi stres. "Kalau anak merasakan ada tekanan, dia tidak tahu hal itu apa dan tindakan apa yang harus dilakukan. Kalau orang dewasa, misalnya dia stres menghadapi deadline pekerjaan. Maka dia akan cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan itu sehingga menjadi stres positif," papar Nina. Oleh karena itu, lanjutnya, orangtua perlu memperkenalkan anak terhadap berbagai emosi termasuk stres. Kemudian, ajarkan juga anak untuk mengatasi keadaan tersebut. Nina mencontohkan, ketika anak balita kalah bermain dengan temannya. Orangtua bisa mengatakan bahwa kalau anak kalah tidak usah sedih, coba lagi sampai menang. Gejala yang dapat diamati oleh orangtua ketika anak mengalami stres, yaitu ketika anak lebih mudah tersinggung. Misalnya, orangtua menasihatinya sehabis berte...
Kumpulan Artikel Kesehatan dari Berbagai Sumber Media