Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Artikel Lain tentang Anak

Dampak Jika Ibu Tak punya Me Time

Dampak Jika Ibu Tak punya Me Time A. Ibu tak punya me time bisa jadi sebenarnya ia tengah memendam depresi. Ibu tak punya me time bisa jadi sebenarnya ia tengah memendam depresi yang bisa meledak sewaktu-waktu. Seorang Ibu yang tidak diberikan kesempatan untuk me time, mungkin terlihat baik-baik saja di dalam, tapi bisa jadi sebenarnya ia tengah memendam depresi yang bisa meledak sewaktu-waktu. Hal ini tidak akan terjadi jika ia memiliki kemampuan untuk menyalurkan keinginan-keinginannya, misalnya dengan menulis, membuat karya, dllsb. Akan tetapi untuk istri yang tidak memiliki kemampuan me time, besar kemungkinan ia akan mengalami stress. B. Merasa menyesal menikah karena sepanjang pernikahan, ia merasa kehilangan dirinya sendiri, tidak mempunyai waktu pribadi. Ini benar terjadi, ada Ibu yang merasa menyesal menikah hanya karena ia merasa diperlakukan tidak adil oleh suami dan anaknya, ia merasa tidak puas dengan kehidupan pernikahannya meski sang suami memenuhi segala sesua...

Yuk, Pahami Pentingnya Cairan Tubuh!

Ketika si kecil jatuh sakit, acapkali dokter berpesan agar moms lebih memerhatikan asupan buah hati tersayang. “Jangan lupa beri minum yang banyak ya, bu!” itulah salah satu nasihat yang terlontar. Seberapa pentingkah cairan dalam tubuh kita? Tindakan apa saja yang perlu dilakukan bila si kecil kehilangan sejumlah cairan karena kondisi tertentu? Ikuti ulasan di bawah ini! Menurut dr Lia Gardenia Partakusuma, SpPK (K), MM, dari RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, fungsi cairan tubuh antara lain sebagai sarana untuk mengangkut zat-zat makanan ke seluruh sel tubuh, mengeluarkan buangan-buangan sel, membantu proses metabolisme sel, sebagai pelarut untuk elektrolit dan non elektrolit, membantu memelihara suhu tubuh, mengontrol proses pencernaan, mengangkut zat-zat seperti hormon dan enzim. Mengingat pentingnya fungsi cairan tubuh, moms perlu waspada menghadapi situasi berikut: Diare Meski penyebab diare beranekaragam seperti gangguan penyerapan, alergi, keracunan atau infeksi dari bakteri, vir...

8 Cara Didik Anak Hidup Bersih

Mengajarkan anak untuk hidup sehat harus ditanamkan sejak dini. Kebiasaan hidup sehat ini akan membuat generasi penerus bangsa tetap sehat. Berikut ini cara mendidik anak hidup bersih: Sebelum orang tua memberikan pengertian tentang kebersihan, terlebih dahulu orangtua menyelenggarakan atau menyediakan beberapa fasilitas yang serba bersih. Kemudian di kamar mandi atau WC, singkirkan barang-barang yang tak berguna seperti rendaman pakaian dan handuk yang bergantungan, semuanya ini menjadikan tak nyaman. Kamar tidur adalah bagian yang tak kalah penting harus bersih. Hindari menyimpan barang atau perabot di bawah tempat tidur yang bisa menjadi sarang nyamuk. Letakkan tempat sampah di dapur, meja belajar, kamar, dan halaman rumah. Selalu sediakan plastik hitam kecil di tas sekolah anak, tas jinjing ibu atau ransel kantor ayah untuk menjadi “penampungan sementara” sampah dari bungkus permen, tisu, atau sampah kecil lainnya saat bepergian. Jangan lupa, siapkan tong sampah mungil di mobil. Bi...

Langkah Tepat Atasi Keracunan Makanan

SI kecil pernah muntah-muntah karena keracunan makanan? Duh, jangan sampai terjadi ya Moms! Pertolongan pertama sudah pasti harus dilakukan dengan tepat agar akibatnya tidak fatal. Lantas seperti apa gejala dan pertolongan patut dilakukan? Gejala Keracunan Pada anak-anak, gejala akan lebih cepat muncul karena kondisi tubuh lebih rentan. Berkisar dua jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi akan cepat terlihat. Gejalanya antara lain: 1. Kram perut 2. Demam 3. Muntah-muntah 4. Sering BAB, kadang bercampur darah, nanah atau lendir 5. Rasa lemas dan mengigil 6. Hilang nafsu makan Gejala keracunan makanan bisa terlihat berkisar empat sampai 24 jam setelah si kecil terkontaminasi makanan beracun. Gejala ini bisa berlangsung tiga sampai empat hari. Tapi hati-hati! Gejala ini dapat berlangsung lebih lama lagi jika si kecil yang keracunan masih mengonsumsi secara tidak sengaja makanan yang terkontaminasi. Tindakan Pertama Periksa suhu tubuhnya, jika muntah-muntah dan sering BAB. Peri...

Selamatkan si Kecil dari Alergi

DAYA tahan tubuh anak dalam masa pertumbuhan wajib menjadi perhatian orangtua. Pasalnya, anak yang daya tahan tubuhnya buruk mudah terkena alergi. Dalam lima dekade terakhir di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, terjadi tren penurunan angka penyakit infeksi, seperti tuberculosis dan campak. Namun sebaliknya, terjadi peningkatan signifikan angka penyakit gangguan sistem daya tahan tubuh, seperti alergi. Hal senada diungkap oleh Profeseor Sibylle Koletzko, kepala divisi "Pediatric Gastroenterology and Hepatology" Ludwig Maximilians University Munic, Jerman. "Penyakit alergi sangat erat dengan daya tahan tubuh anak. Alergi adalah respons sistim daya tahan tubuh secara berlebihan terhadap substansi yang biasanya tidak berbahaya, yang dapat menimbulkan gejala yang merugikan tubuh, mulai dari gangguan pernafasan, gangguan pada saluran cerna maupun kulit. Pada usia dini, tanda-tanda reaksi alergi biasanya adalah infeksi kulit (seperti ruam merah) dan gangguan saluran c...

Harapan Baru Pasien Neuroblastoma

PARA ilmuwan berhasil menemukan cara baru untuk meningkatkan kelangsungan dan harapan hidup bagi anak-anak penderita kanker neuroblastoma. Caranya menggunakan teknik imunoterapi atau kemoterapi yang bertujuan agar penyakitnya tak kambuh lagi. Penyakit kanker dapat menyerang siapa saja. Tidak memandang jenis kelamin, usia, maupun status seseorang. Tak hanya orangtua, tapi juga bisa mendera anak-anak. Menurut data International Agency for Research on Cancer (IARC), satu dari 600 anak di dunia di bawah usia 16 tahun menderita kanker. Diperkirakan, dalam waktu 10 tahun ini terjadi 9 juta kematian akibat kanker per tahun. Dari total jumlah penderita kanker, 4 persen di antaranya anak-anak. Kanker pada anak merupakan 4,9 persen dari kanker pada semua usia. Kanker pada anak lebih banyak menyerang laki-laki (53,5 persen) daripada perempuan (46,5 persen). Salah satu jenis kanker yang sering menyerang anak-anak adalah neuroblastoma. Kanker ini menempati urutan kedua terbanyak setelah leukemia. K...

Asap Rokok Picu Anak Hiperaktif

HARAP hati-hati bagi Anda yang sering merokok di dalam rumah. Penelitian terbaru di Inggris menyimpulkan, paparan asap rokok dapat menyebabkan anak hiperaktif dan berkelakuan “buruk”. Anak-anak sering kali menjadi korban dari asap rokok yang diisap ayah maupun anggota keluarganya yang lain. Sebuah studi terbaru di Inggris menunjukkan fakta bahwa seringnya seorang anak terpapar asap rokok atau biasa disebut perokok pasif (second hand smoke) dapat memicunya memiliki gangguan mental, terutama menjadi hiperaktif dan berkelakuan “buruk”. Temuan ini, dituturkan peneliti, semakin mendesak orang tua untuk segera berhenti merokok atau paling tidak merokok di luar rumah agar asap rokok yang diisapnya tidak berdampak buruk pada orang lain, terutama anak-anak. Namun, masih belum jelas, apakah asap tembakau yang menjadi penyebab kerusakan otak anak, atau faktor lain yang memengaruhinya. “Sudah banyak diketahui bahwa paparan asap rokok pada perokok pasif terkait dengan banyak masalah kesehatan fisik...

Awas, TV dapat menghambat perkembangan bicara Anak

TV merupakan salah satu sarana hiburan dan sumber informasi. Tapi, hati-hati dengan frekuensi dan durasi menonton Anda, terutama jika melibatkan anak. Pasalnya, TV bisa mengganggu kemampuan berbicara anak. Sebuah studi dari University of Washington School of Medicine menemukan, orangtua yang meninggalkan TV dalam keadaan menyala, bahkan saat tidak ada seorangpun yang menonton, bisa membahayakan perkembangan bicara anak. Studi ini menyatakan, baik orang dewasa maupun anak-anak hanya menggunakan sangat sedikit kata-kata saat TV sedang menyala dan merebut perhatian mereka. Para peneliti mempelajari 329 anak yang berusia antara 2 bulan dan 4 tahun dengan menggunakan alat rekam digital. Alat rekam ini berfungsi untuk menangkap apapun yang mereka dengar atau katakan. Berdasarkan laporan dari the Archives of Paediatrics and Adolescent Medicine , terang peneliti, anak-anak mendengar rata-rata 770 kata lebih sedikit dari orang dewasa atau 7% per setiap tambahan 1 jam paparan TV ."Kami t...

Tips Bagi Penyandang Autis

Pendidikan bagi anak penyandang autis tidak sama dengan anak biasa. Kurikulum pendidikan yang disiapkan umumnya sangat individual. Data yang dimiliki Departemen Pendidikan Nasional menyebutkan, penyandang autis yang mengikuti pendidikan layanan khusus ternyata masuk lima besar dari seluruh peserta sekolah khusus. Jumlah terbesar adalah penyandang tuna grahita (keterbatasan intelektual) berat dan ringan sebanyak 38.545 peserta, tuna rungu 19.199 peserta. Diikuti kemudian penyandang tuna netra 3.218 peserta, tuna daksa 1.920 peserta dan autis sebanyak 1.752 peserta. Di Indonesia, sekolah yang khusus menangani autis berjumlah 1.752 sekolah. Lima besar provinsi yang paling banyak mendirikan sekolah autis adalah Jawa Barat sebanyak 402 sekolah, Jawa Timur 263 sekolah, Daerah Istimewa Yogyakarta 131 sekolah. Kemudian diikuti Sumatera Barat dan DKI Jakarta yang masing-masing memiliki 111 sekolah untuk penyandang autis. Direktur Pembinaan Sekolah Luar Biasa Direktorat Jenderal Manajemen Pen...