Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Malaria

Jaga Kehamilan demi sang Janin

KECACATAN bayi saat lahir terbukti dapat dicegah secara dini saat proses kehamilan berlangsung. Bergaya hidup sehat dan mengikuti anjuran dokter adalah kunci utama. Tidak ada hal yang paling menakutkan bagi seorang ibu hamil apabila mengetahui kemungkinan janin yang berada di rahimnya mengalami kecacatan yang tentu saja akan mengancam kesehatan dan kehidupannya kelak. Namun para ahli medis meyakinkan, banyak cara yang bisa dilakukan wanita sebelum dan selama kehamilan untuk mengurangi risiko anak terlahir cacat. Sebagian besar langkah-langkah terkait tindakan pencegahan anak terlahir cacat ini ternyata mudah dan bisa dijalankan oleh siapa pun yang ingin mendapatkan hidup sehat. “Wanita di usia produktif sebaiknya harus menyadari fakta bahwa mereka harus sehat,” kata Dr Michael Katz, Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Program Global di March of Dimes, sebuah organisasi nirlaba terkait masalah kehamilan dan kesehatan bayi. “Mereka (para wanita) tentu saja harus bergaya hidup sehat. Ini t...

Cara Menanggulangi Malaria

Departemen Kesehatan (Depkes) menyatakan baru sekitar 20 persen kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang dinyatakan bebas malaria. Sedangkan sisanya 80 persen atau sekira 396 kabupaten masih tergolong daerah endemis. "Perlu usaha keras tidak saja pemerintah, juga masyarakat untuk mengeliminasi penyakit malaria di Indonesia. Karena saat ini, ada sekira 45 persen penduduk yang berdomisili di daerah yang berisiko tertular malaria," kata Dirjen Pengendalian Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes Tjandra Yoga Adhitama pada acara pencanangan "Gerakan Eliminasi Malaria" di depan gubernur se-Indonesia, di Gedung Depkes Jakarta, kemarin. Penerapan kebijakan itu, menurut Tjandra, ditargetkan dapat mengeliminasi atau melenyapkan penyakit malaria di wilayah DKI Jakarta, Bali, dan Binkar Barelang (Bintan, Karimun, Batam, Rempang, dan Galang) di Kepulauan Riau. Diharapkan target tuntas pada tahun 2010. "Lima tahun kemudian, target sasaran meluas ke wilay...