Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Bahaya TV pada Anak

Nonton Televisi Berisiko Ganggu Mental Anak

ANAK-ANAK yang menonton televisi dan bermain komputer lebih dari dua jam sehari berisiko tinggi mengalami gangguan psikologis. Sebuah peringatan bagi orangtua yang lalai membiarkan anaknya ”diperbudak” tayangan televisi. Pengaruh media terhadap manusia, terutama bagi anak-anak, semakin besar. Teknologi saat ini semakin canggih dan intensitasnya semakin tinggi. Padahal, orangtua karena kesibukannya tidak punya waktu yang cukup untuk memperhatikan, mendampingi, dan mengawasi anak setiap waktu. Alhasil, anak lebih banyak menghabiskan waktu menonton televisi ketimbang melakukan hal lainnya. Padahal, ”kotak ajaib” bernama televisi itu sedianya dirancang untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan bagi siapa saja yang, memanfaatkannya. Namun belakangan, efek negatif lebih banyak disorot terhadap penggunaan televisi ini. Banyak anak malah belajar bahwa kekerasan itu dapat menyelesaikan masalah dari tayangan media elektronik. Mereka juga belajar untuk terus duduk di rumah dan menonton, bukanny...

Televisi Membuat Anak Suka Menyendiri

KETIKA anak-anak tidak terlalu aktif sepanjang hari, risiko gangguan psikologis naik bahkan lebih tinggi dari sebelumnya. Dampak negatif yang berpengaruh pada masalah psikologis bagi anak yang menonton lebih dari dua jam televisi sehari sekira 70 persen. Sementara bagi mereka yang menghabiskan lebih dari dua jam di depan komputer, kemungkinan meningkat 81 persen. ”Bagi orangtua, kunci yang harus diperhatikan adalah penggunaan televisi dan komputer terbukti dapat mengganggu kesehatan emosional anak-anak,” kata Mendelsohn. Namun dia mencatat, studi ini tidak dirancang untuk menginformasikan apakah ada hubungan sebab-akibat antara lamanya waktu menonton televisi dan masalah psikologis, atau apakah anak-anak bermasalah yang cenderung menghabiskan lebih banyak waktu dengan televisi dan komputer. Dampak negatif yang berpengaruh pada masalah psikologis bagi anak yang menonton lebih dari dua jam televisi sehari sekira 70 persen ”Kami tidak tahu apakah itu masalah psikologis yang menyebabkan an...

Kecil-Kecil Kok Sudah Berkacamata

KACAMATA tebal identik dengan kutu buku. Namun, bagaimana jika kacamata tebal itu dipakai oleh si batita? Yuk Moms kenali tandanya si kecil membutuhkan kacamata dan bagaimana memilihkan kacamata yang tepat untuk anak. Faktor Keturunan dan Lingkungan Menurut Dr Gusti G Suardana, SpM dari Jakarta Eye Center, ada dua faktor penyebab anak memakai kacamata. Yaitu faktor keturunan dan faktor lingkungan. Bila kedua orangtua menggunakan koreksi kacamata, maka besar kemungkinan anaknya akan menggunakan kacamata juga. Namun bila hanya salah satu orangtua yang menggunakan kacamata, peluang ini akan lebih sedikit. Lantas, bagaimana jika kedua orangtua si anak tidak memakai kacamata? Jawabnya, tetap saja ada peluang bagi anak memakai kacamata. Artinya, ini bukan lagi karena faktor turunan, melainkan faktor lingkungan. Misal, kebiasaan menggunakan matanya untuk aktivitas dekat atau bahkan sangat dekat secara berlebihan, seperti menonton TV terlalu dekat, main game, bermain play station atau monitor ...

Awas, TV dapat menghambat perkembangan bicara Anak

TV merupakan salah satu sarana hiburan dan sumber informasi. Tapi, hati-hati dengan frekuensi dan durasi menonton Anda, terutama jika melibatkan anak. Pasalnya, TV bisa mengganggu kemampuan berbicara anak. Sebuah studi dari University of Washington School of Medicine menemukan, orangtua yang meninggalkan TV dalam keadaan menyala, bahkan saat tidak ada seorangpun yang menonton, bisa membahayakan perkembangan bicara anak. Studi ini menyatakan, baik orang dewasa maupun anak-anak hanya menggunakan sangat sedikit kata-kata saat TV sedang menyala dan merebut perhatian mereka. Para peneliti mempelajari 329 anak yang berusia antara 2 bulan dan 4 tahun dengan menggunakan alat rekam digital. Alat rekam ini berfungsi untuk menangkap apapun yang mereka dengar atau katakan. Berdasarkan laporan dari the Archives of Paediatrics and Adolescent Medicine , terang peneliti, anak-anak mendengar rata-rata 770 kata lebih sedikit dari orang dewasa atau 7% per setiap tambahan 1 jam paparan TV ."Kami t...