Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kehamilan dan Keguguran

Kenali Tanda-Tanda Kehamilan

Payudara membesar, rasa nyeri pada perut dan mual adalah tanda-tanda kehamilan. Memang, tanda-tanda kehamilan mirip dengan tanda-tanda menstruasi. Karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui tanda-tanda kehamilan agar keturunan Anda bisa terjaga dengan baik. Sebagian orang memahami tujuan dari pernikahan adalah melanjutkan keturunan. Benar. Namun perlu diketahui bagaimana cara mendapatkan keturunan yang baik. Menurut dr Samson Chandra SpOG dari Rumah Sakit Meilia, pasangan yang baru menikah biasanya mengalami pembuahan yang subur. Masa-masa inilah yang kerap disebut usia subur. “Biasanya, di tahun pertama persentase seseorang pada kehamilan sekitar 85-05 persen,” ujarnya. Persentase yang besar tersebut terjadi lantaran pada pembentuk sel (pria dan perempuan) terjadi semacam kolaborasi. Karena itu penting bagi setiap pasangan untuk menjaga kondisi fisik dan mentalnya agar dapat melakukan pembuahan yang baik. “Semua pihak memiliki tanggungjawab masing-masing,” katanya. Setelah pros...

Bengkak saat Hamil Bisa Menjadi Indikator Preeklampsia

Indikator Preeklampsia  JIKA kaki Anda bengkak pada saat hamil, itu wajar. Tapi jika pada saat kaki Anda bengkak dan Anda pusing atau sakit kepala, Anda harus berhati-hati. Bisa saja Anda terkena preeklampsia atau yang biasa disebut dengan keracunan kehamilan. Jika tidak diatasi, preeklampsia bisa berakibat fatal. Apa sebetulnya penyebab penyakit ini? Bagaimana pula cara pengobatannya? Menurut dr Otamar SpOG, ahli kandungan dari Rumah Sakit MMC, preeklampsia atau keracunan kehamilan adalah kumpulan suatu gejala. Ibu hamil mana pun akan dapat mengalami preeklampsia. Tapi yang lebih berisiko adalah ibu hamil yang baru pertama kali hamil, ibu dengan kehamilan bayi kembar, ibu yang menderita diabetes, yang punya hipertensi sebelum hamil, yang memiliki masalah dengan ginjal, dan yang hamil pertama di bawah usia 20 tahun atau di atas 35 tahun. Ibu, yang pernah mengalami preeklampsia pada kehamilan sebelumnya, kemungkinan besar mengalaminya lagi pada kehamilan berikutnya atau mungkin juga...

Bumil Kurang Tidur Bisa Sebabkan Keguguran

TIDUR larut malam memang tidak baik untuk kesehatan, apalagi bagi ibu hamil. Konon, ritme tidur yang tidak teratur bisa memengaruhi janin dalam kandungan dan bisa sebabkan keguguran. Menurut dr Rino Bonti Tri Hadma Shanti SpOG dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina Jatinegara, setiap ibu hamil (bumil) harus cukup tidur. Jumlah jam tidur bagi bumil minimal 8 jam dalam sehari. “Boleh saja tidak sekaligus 8 jam, asal jumlah keseluruhan jam tidur 8 jam tidak jadi masalah. Jika terbiasa terbangun pada malam hari, kemudian siang harinya tidur lagi tidak masalah,” jelasnya, seperti diulas dalam rubrik tanya jawab Mom & Kiddie, Kamis (22/7/2010). Jika bumil kurang tidur, katanya, badan menjadi tidak fit dan mudah lelah. Meskipun bumil tidak merasakannya, namun secara fisik sebenarnya mengalami kelelahan. Dikhawatirkan bumil yang kurang tidur dan kelelahan, dapat mengakibatkan kontraksi rahim. Walaupun kelelahan pada bumil, bukanlah faktor utama penyebab kontraksi. Namun hal ini perlu diwasp...

Yang Harus Dilakukan Apabila Janin Meninggal dalam Kandungan

KEHAMILAN! Ya, satu kata itu merupakan hal yang paling dinanti bagi pasangan istri-suami. Pelbagai larangan dan “kewajiban” bagi bumil akan dilontarkan orang-orang terdekat, agar janin dalam kandungan sehat dan lahir selamat. Namun, bagaimana jika tiba-tiba janin tidak bergerak dan perut tidak jua membesar seiring bertambahnya usia kehamilan? Ada apa gerangan? WHO dan American College of Obstetricians and Gynecologist (2005) mengemukakan bahwa kematian janin dalam kandungan terjadi saat usia kehamilan 20 minggu - dengan berat badan 500 gram atau lebih. Dengan begitu, rahim tidak akan membesar lagi, pembesarannya akan berhenti sesuai dengan usia kehamilan saat janin meninggal. Sedangkan keluarnya janin pada usia kehamilan kurang dari 22 minggu dan berat janin kurang dari 500 gram disebut keguguran. “Jadi, jika usia kandungan Moms lebih dari 20 minggu tapi dalam sehari tidak merasakan gerakan bayi, waspadalah! Karena, gerakan bayi yang normal minimal 10 kali dalam sehari. Waspadai juga ...

Kenali penyebab-penyebab janin meninggal dalam kandungan

WHO dan American College of Obstetricians and Gynecologist (2005) mengemukakan bahwa kematian janin dalam kandungan terjadi saat usia kehamilan 20 minggu -dengan berat badan 500 gram atau lebih. Untuk mengetahui secara detail penyebab janin bisa meninggal dalam kandungan, berikut penjelasan dr Batara Sirait SpOG dari RSIA Budhi Jaya, Jakarta. Hipertensi atau tekanan darah tinggi. Preeklampsia dan eklampsia. Terjadi perdarahan. Waspada jika mengalami perdarahan hebat akibat plasenta previa (plasenta menutupi jalan lahir) atau solusio plasenta (lepasnya plasenta dari tempat implantasinya di dalam uterus sebelum bayi dilahirkan). Otomatis Hb janin turun dan bisa picu kematian janin. Kelainan kongenital (bawaan) bayi. Misalnya hydrops fetalis, yakni akumulasi cairan dalam tubuh janin. Jika akumulasi cairan terjadi dalam rongga dada bisa menyebabkan hambatan napas bayi. Akibatnya kerja jantung menjadi sangat berat karena banyaknya cairan dalam jantung. Sehingga tubuh bayi mengalami pembeng...

Dapatkah Keguguran Di Cegah?

Keguguran adalah pengeluaran hasil konsepsi pada kehamilan sebelum janin mampu untuk hidup, biasanya pada kehamilan 20-24 minggu. Kebanyakan keguguran terjadi pada kehamilan sebelum 12 minggu. Pada kehamilan 12 minggu jika detak jantung janin di dengar Normal atau kehamilan normal dilihat dengan USG, kemungkinan untuk terjadinya keguguran menurun menjadi 1%. Kebanyakan keguguran, terutama yang terjadi pada trimester pertama kehamilan, tidak dapat dicegah, karena kebanyakan disebabkan oleh kelainan kromoson pada fetus atau perkembangan fetus yang abnormal. Jika anda mengalami pendarahan atau bercak darah atau kram perut, beritahukan dokter anda, dan diskusikan kegiatan aktivitas anda dengan dokter anda. Anda akan dianjurkan untuk Istirahat Tidur(bedrest), sebagai istirahat panggul anda sehingga mengurangi kemungkinan keguguran (walaupun belum ada bukti penelitian yang menunjukkan bedrest dapat menolong). Jangan mencuci/mensemprot vagina dengan obat cuci vagina, memberi tampon ataupun hu...