Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Susu

Khasiat Susu Kambing untuk Kesehatan

Susu merupakan minuman yang mempunyai kandungan gizi tinggi dan baik untuk kesehatan. Konsumsi susu setiap hari membantu pertumbuhan. Meski belum terlalu familiar, namun kandungan fluorine dan protein tinggi pada susu kambing, membuat susu ini banyak diminati keluarga Indonesia. Bahkan, sebagian orang menyukai susu kambing karena teksturnya. Kandungan fluorine yang terdapat pada susu kambing berkisar antara 10 sampai 100 kali lebih besar dibandingkan susu sapi. Kandungan fluorine bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh. Sehingga, bisa membantu pencernaan dan menetralisir asam lambung, menyembuhkan reaksi-reaksi alergi pada kulit, saluran napas dan pencernaan. Selain itu, kandungan gizi di dalam susu kambing bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Jika dibandingkan dengan susu sapi, susu kambing pun biasanya dikonsumsi sekadarnya saja, atau lebih karena susu ini dianggap mampu menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Susu ka...

Komponen Utama Otak

TAHUN pertama kehidupan manusia adalah masa yang paling menentukan kecerdasan. Pada periode itu, otak dan sistem saraf tumbuh paling cepat dan ukuran otak telah berkembang menjadi tiga kali lipat pada saat bayi genap berusia satu tahun. Khusus untuk menunjang perkembangan sistem saraf pada otak, bayi dan anak-anak membutuhkan zat gizi DHA dan LA. DHA (docosahexaenoic acid) dan LA (linoleic acid) merupakan prekusor dari AA (Arahidonic Acid). Keduanya dibutuhkan sebagai jenis lemak asam lemak tak jenuh ganda rantai panjang yang berfungsi sebagai komponen utama pembentukan membran sel otak. Ahli Ilmu Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir Deddy Muchtadi MS menjelaskan bahwa pertambahan sel neuron pada otak terbentuk sejak manusia masih berada dalam kandungan hingga usia tiga tahun. Sel neuron dalam otak berfungsi untuk menyimpan memori. "Kalau bayi kekurangan zat gizi DHA dan AA, maka sel neuron yang terbentuk juga sedikit sehingga kemampuan menyimpan data juga ter...

Setelah Dibuat, Berapa Lama Susu Bisa Bertahan?

Anak saya Melva (7 bulan), minum susu formulanya sedikit-sedikit. Setiap saya buatkan satu botol ukuran 120 cc tidak langsung habis. Alhasil sisanya selalu saya buang. Sebetulnya sayang sih buang-buang susu, tapi kalau sisanya saya berikan lagi saya takut susunya sudah basi. Sebetulnya berapa lama susu formula tahan di botol (setelah dicairkan)? Dr. Mulya Rahma Karyanti, SpA dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM mengatakan, susu formula yang sudah dicampur dengan air sebaiknya segera diberikan kepada anak. Dan jika lebih dari enam jam sebaiknya susu dibuang. Karena susu yang telah dicampur air berada lama di udara luar (suhu kamar) dapat menjadi basi, lalu tumbuh jamur dan ada kemungkinan terkontaminasi kuman dari udara luar. Hal ini dapat membuat bayi terkena diare atau gangguan pencernaan lainnya. Namun, jika si kecil belum mau meminum susu padahal Mom sudah membuatkannya, simpanlah sisa susu di kulkas, sebaiknya dalam freezer. Untuk menghangatkannya, taruhlah botol susu ke d...

10 Tips Agar Tetap Awet Muda

1. Jangan malas minum Minumlah dua liter atau 8-10 gelas air per hari. Sebab, sekitar 65% tubuh kita terdiri dari air, yang berfungsi untuk proses sirkulasi dalam tubuh dan berguna dalam proses pembuangan seperti urin dan keringat. Karena itu, bila air kurang akan mengakibatkan sel-sel tubuh tidak menjalankan fungsinya secara optimal. 2. Makan ikan dua kali seminggu Ikan laut kaya akan lemak omega-3 bisa menurunkan kadar trigliserida yang mencegah terjadinya penyempitan darah, sehingga mengurangi risiko terserang stroke dan terkena penyakit jantung koroner. Cobalah mengonsumsi ikan secara teratur, setidaknya dua kali seminggu. 3, Kurangi konsumsi daging merah Dalam daging merah mengandung senyawa jahat (HCA) dan radikal-radikal bebas yang berpotensi merusak sel tubuh. Namun, bukan berarti kita harus berpantang daging sepenuhnya. Bagi penggemar daging merah, sebaiknya mulai mengurangi frekuensi pengonsumsiannya. Seimbangkan dengan mengonsumsi buah dan sayuran. 4. Konsumsi susu kedelai S...