Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kehamilan dan Kegemukan

Berat Badan Ideal pada Masa Kehamilan

Saat sedang hamil, setiap wanita akan terlihat gemuk. Namun bagaimana jika wanita bertubuh gemuk hamil? Ketika sudah tidak mengalami morning sickness sehingga bisa makan dengan lancar, berat badan akan mudah melonjak. Bagaimana jika kondisi ini terus bertambah tak terkendali sehingga memengaruhi janin. Bagaimana saya menjaga kenaikan BB saat hamil agar tetap seimbang? Menjawab kondisi tersebut, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSIA Hermina Jatinegara, dr Rino Bonti Tri Hadma Shanti, SpOG memberikan pemaparannya. Kenaikan berat badan (BB) yang dianjurkan saat hamil bergantung dari berat badan Ibu sebelum hamil. Sayang Ibu tidak menyebutkan tinggi badan Ibu untuk mengetahui Indeks Massa Tubuh (IMT). Lewat IMT, bisa diketahui berapa kenaikan BB ideal saat hamil, yaitu dengan rumus: IMT= BB (dalam kg)/Tinggi Badan (dalam m)². Seandainya IMT Ibu berkisar antara 25,0 – 29,9 maka Ibu termasuk dalam golongan BB berlebih. Untuk itu, total kenaikan berat badan sampai akhir kehamilan idea...

Berat Badan Turun pada Masa Kehamilan

DI masa kehamilan, umumnya wanita akan mengalami penurunan berat badan. Apalagi di trimester pertama, hingga membuat bobot tubuh menyusut. Mengapa ini bisa terjadi? Untuk mengetahui apa penyebab permasalahan tersebut, dr Yandi Jayaprana, SpOG dari RSIA Budi Kemuliaan memberikan penjelasannya. Bisa jadi Anda mengalami hyperemesis gravidarum (HEG). HEG ditandai dengan mual dan muntah terus-menerus yang dihubungkan dengan ketosis (gangguan metabolik) dan kehilangan berat badan (kurang 5 persen berat badan sebelum hamil). HEG bisa menyebabkan kekurangan cairan, elektrolit dan ketidakseimbangan asam basa, kekurangan gizi, bahkan kematian jika sangat parah. Patofisiologi (gangguan fungsi tubuh) yang menjadi dasar HEG masih kontroversial. HEG muncul dari interaksi biologi kompleks, psikologis, dan faktor sosial kultur. Hyperemesis (muntah berlebihan) yang memburuk hingga dirawat di RS terjadi pada 0,3 – 2 persen kehamilan. Di awal kehamilan pada bumil dengan penyakit-penyakit kronik juga dapa...

Overweight Saat Hamil Rugikan Kesehatan Anak

Studi di Amerika menunjukkan, kelebihan berat badan saat kehamilan dapat berdampak buruk bagi kesehatan anak. Apa pasal? Meski tidak terlihat sampai masa kanak-kanak, penelitian yang dilakukan oleh US Organisation March of Dimes menemukan, bahwa kelebihan berat badan pada saat kehamilan dapat memicu permasalahan kesehatan yang serius pada ibu dan dan bayinya. Demikian yang dilansir Femalefirst, Jumat (23/12/2011). Bayi memiliki risiko mengalami kelebihan berat badan saat sang ibu mengalaminya. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko resistensi insulin, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi, yang berpotensi berkembang sebagai diabetes atau penyakit jantung. Karenanya, Direktur March of Dimes, Alan R Fleischman mengatakan, dengan memiliki berat badan yang wajar dan sehat, calon ibu tidak hanya dapat menurunkan risiko kelahiran prematur dan cacat, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi bayi dalam perkembangannya. Wanita hamil juga dianjurkan rutin mengecek kesehatan, guna mengi...

Bahaya Kegemukan Pada Masa Kehamilan

SAAT hamil setiap wanita mengalami kenaikan berat badan. Namun perlu diingat, pertambahan bobot jangan lebih dari 18 kg. Apa pasal? Jika Anda tengah hamil saat ini, segeralah menimbang berat badan. Apakah masih dalam batas normal? Sejatinya tak ada patokan baku perihal seberapa kenaikan bobot ibu semasa hamil. Dengan kata lain, setiap ibu hamil (bumil) dapat mengalami kenaikan berbeda-beda. Akan tetapi, hasil penelitian terbaru di Amerika menganjurkan agar bumil memantau kenaikan berat badannya supaya tidak lebih dari 18 kilogram. Pasalnya, jika lebih dari itu, dia berisiko dua kali lipat melahirkan bayi besar. Adapun yang dimaksud dengan bayi besar menurut Asosiasi Kebidanan dan Kandungan Amerika adalah bayi dengan berat 4 kilogram atau lebih. Sedangkan WHO menyebutkan, rata-rata berat badan bayi sehat dan normal saat dilahirkan adalah 3,2 kilogram. Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Kebidanan dan Kandungan tersebut, peneliti melibatkan partisipan lebih dari 40.000 wa...