Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Mengenal Otak

Mengeal lebih jauh mengenai Otak Tengah

BANYAK orangtua yang mengikutkan buah hatinya pelatihan Aktivasi Otak Tengah (AOT). Yang mana menjanjikan cerdas dalam waktu singkat, bahkan setelah mengikuti pelatihan, anak-anak dapat melakukan aktivitas apapun dengan menutup mata. Namun, benarkah hal tersebut? Berikut, pemaparan medis dr. Arman Yurisaldi S, MS, SpS, RS. Satyanegara, Sunter. Apa Itu Otak Tengah? Menurut ilmu neuro-anatomi otak terbagi atas tiga bagian, antara lain: 1. Otak Depan (Forebrain) atau Prosencephalon. Terdiri atas dua bagian, Telencephalon - otak besar yang terdiri dari dua gelembung dan berukuran paling besar ketimbang bagian otak lainnya -, Diencephalon (talamus dan hipotalamus). 2. Otak Tengah (Midbrain) atau Mesencephalon. Bagian ini relatif pendek - penghubung antara otak depan (forebrain) dan otak belakang (hindbrain). 3. Otak Belakang (Hindbrain) atau Rhombencephalon. Terdiri dari Metencephalon dan Myelencephalon (serebelum). Secara anatomik otak tengah (midbrain) merupakan penghubung otak depan (fo...

Ini Dia Vitamin Penajam Otak

PERNAHKAH Anda kesulitan mencari barang yang Anda simpan dua hari lalu? Menurunnya ketajaman memori otak menjadi biang keladinya. Karena itu, Anda butuh vitamin penajam otak. Sebuah studi baru mengungkapkan, vitamin dan nutrisi yang tepat akan membuat kinerja otak tetap tajam, bahkan mampu mengusir penyakit hilang akal (demensia) saat usia semakin tua. “Kuncinya adalah mendapatkan nutrisi dari jenis makanan tertentu karena semuanya berjalan secara sinergi,” ungkap Paula Bickford, ahli farmasi dan profesor di Departmen Pembedahan Urat Syaraf dan Kerusakan Otak University of South Florida College of Medicine. Beberapa vitamin dimaksud, di antaranya seperti dinukil dari Health24: Asam lemak omega-3 Semakin banyak mengonsumsi bahan makanan mengandung asam lemak omega-3, maka semakin berkurang risiko mengalami penurunan kognitif. “Asam lemak omega-3 mampu melindungi otak dari stres oksidatif (kerusakan akibat molekul yang tidak stabil atau radikal bebas). Biasanya, jaringan syaraf menggunak...

Manfaat Yoga untuk Anak

YOGA tidak hanya untuk orang dewasa, juga bagus dilakukan anak-anak. Tak hanya membuat tubuh sehat, yoga juga bisa menumbuhkan kreativitas si kecil. Yoga adalah suatu gerakan seni olah tubuh dan pernapasan yang terkenal dari India. Gerakan yoga adalah gerakan untuk melatih otototot tubuh disertai olah napas.Melalui gerak tubuh yang disertai teknik pengaturan napas dan pemusatan konsentrasi, fisik akan lebih sehat, bugar, dan kuat, bahkan emosi pun lebih seimbang. Sama halnya dengan yoga yang dilakukan oleh anak-anak.Instruktur yoga dari Bodylicious Yoga & Pilates Studio, Nova Eliza, menuturkan, yoga untuk anak merupakan salah satu cara yang bisa diajarkan kepada anak sejak dini. Gerak tubuh ini memberikan banyak manfaat untuk mereka, terutama jika yoga mulai dilakukan pada masa pertumbuhannya. Mengapa sejak dini? Selain untuk mendapatkan manfaat yang baik, pada umur tiga tahun, badan anak-anak masih lembut dan lentur sehingga gerakan yoga mudah diterapkan. “Yoga sudah bisa diajarka...

Anak Cedera Otak (Kisah)

Sejak sekitar 40 tahun lalu, Glenn Doman membawa harapan baru bagi orangtua yang memiliki anak dengan cedera otak. Ketika pionir dalam perawatan anak yang cedera otak ini meluncurkan bukunya, dia telah berhasil mengubah puluhan ribu anak dari 100 negara. Anak cedera otak biasanya disebabkan adanya masalah yang terjadi dalam otak yang dapat berasal dari trauma kepala, radang, perdarahan otak karena adanya kelainan kromosom (seperti pada Down Syndrome), serta penyakit yang merusak otak secara progresif. Cedera otak ini bisa terjadi pada saat pembuahan, kelahiran dan setelah lahir serta setelah besar. Karena cedera otak ini, indera mereka bermasalah, baik inner sense (pancaindera) ataupun outer sense (vestibulator, pro prioception, dan tactile). Akibatnya, masalah tersebut memengaruhi kemampuan otak untuk menyerap informasi (sensorik) atau kemampuan otak untuk merespons informasi (motorik). "Anak dengan cedera otak sering dianggap autisme, epilepsi yang ditandai dengan kejang-keja...