Skip to main content

Bumil Kurang Tidur Bisa Sebabkan Keguguran

TIDUR larut malam memang tidak baik untuk kesehatan, apalagi bagi ibu hamil. Konon, ritme tidur yang tidak teratur bisa memengaruhi janin dalam kandungan dan bisa sebabkan keguguran.

Menurut dr Rino Bonti Tri Hadma Shanti SpOG dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina Jatinegara, setiap ibu hamil (bumil) harus cukup tidur. Jumlah jam tidur bagi bumil minimal 8 jam dalam sehari.

“Boleh saja tidak sekaligus 8 jam, asal jumlah keseluruhan jam tidur 8 jam tidak jadi masalah. Jika terbiasa terbangun pada malam hari, kemudian siang harinya tidur lagi tidak masalah,” jelasnya, seperti diulas dalam rubrik tanya jawab Mom & Kiddie, Kamis (22/7/2010).



Jika bumil kurang tidur, katanya, badan menjadi tidak fit dan mudah lelah. Meskipun bumil tidak merasakannya, namun secara fisik sebenarnya mengalami kelelahan. Dikhawatirkan bumil yang kurang tidur dan kelelahan, dapat mengakibatkan kontraksi rahim. Walaupun kelelahan pada bumil, bukanlah faktor utama penyebab kontraksi. Namun hal ini perlu diwaspadai.

“Bila terjadi kontraksi secara berlebihan karena kelelahan dan kurang tidur pada trimester pertama dikhawatirkan dapat menyebabkan keguguran. Sementara bila terjadi pada trimester kedua atau ketika dapat menyebabkan persalinan secara prematur,” ulasnya.


Dampak Setiap Ibu Hamil Berbeda
Menurut dr Rino, kadar ambang kelelahan setiap bumil tidak sama antara satu bumil dengan bumil lainnya. Terjadinya kontraksi rahim pada masing-masing bumil pun berbeda. Misalnya bumil yang terbiasa bekerja keras, meskipun ia melakukan pekerjaan berat tidak menyebabkan kontraksi. Lain dengan bumil yang tidak terbiasa, melakukan pekerjaan ringan sekalipun bisa menyebabkan kontraksi.

“Untuk mencegah terjadinya kontraksi, baik bumil yang terbiasa berkerja berat maupun ringan sebaiknya ketika merasa lelah dan kurang tidur segeralah beristirahat,” sarannya.

Asal Moms tahu, sambungnya, kurang istirahat dan tidur tidak bisa tergantikan oleh apapun. Meskipun bumil makan dan minum yang sehat, tapi kurang tidur, kurang istirahat dan kelelahan, tidak menutup kemungkinan bisa terjadi kontraksi.


Kontraksi karena Lelah vs Kontraksi Normal
Menurut dr Rino, kontraksi secara alamiah mulai timbul pada kehamilan trimester ketiga sebelum kehamilan cukup bulan, namun dengan frekuensi yang amat jarang (sesekali saja/tidak teratur) dan ringan. Hal ini disebut kontraksi Braxton Hicks dan tidak perlu dikhawatirkan.

Selain itu, katanya, sperma juga dapat menyebabkan kontraksi karena mengandung zat prostagladin. Zat ini dapat menyebabkan kontraksi otot rahim, sehingga menimbulkan efek mulas. Hal ini tidak berpengaruh pada janin.

“Namun bila terjadi kontraksi yang berlebihan (frekuensi sering dengan jarak waktu dekat), bila tidak segera dihentikan dapat mengakibatkan keluarnya lendir darah (yang biasa disebut flek) akibat dari pembukaan mulut rahim. Kalau didiamkan, ketuban bisa pecah dan atau terjadi kelahiran prematur. Kunci utamanya adalah harus dijaga dan mengerti serta tahu kemampuan fisik (tubuh) dan ambang lelah kita sampai di mana. Dibarengi dengan tidur cukup dan tidak kelelahan. Karena jika tidak istirahat cukup maka rahim akan kencang dan kontraksi rahim bisa berlanjut,” tukasnya.



(tty)
Sumber: www.lifestyle.okezone.com

Comments

Popular posts from this blog

Usai Melahirkan, Kok Rambutku Rontok?

BARU sebulan ini Anda melahirkan anak pertama. Sejak beberapa hari pascamelahirkan, Anda perhatikan kok rambut jadi sering rontok. Apa penyebabnya? Apakah kondisi ini normal dialami perempuan pascamelahirkan? Kapan kondisi rambut akan menjadi normal kembali dan bagaimana perawatannya? dr Fakriantini Jayaputri, SpOG dari Rumah Sakit Zahirah memaparkan, rambut rontok pascamelahirkan disebabkan karena peningkatan hormon estrogen selama hamil yang kemudian menurun begitu melahirkan sehingga memengaruhi juga volume rambut. ‘Tahap Istirahat’ Pascamelahirkan Setelah melahirkan, kadar estrogen akan menurun sehingga membuat banyak rambut memasuki tahap istirahat. Kadar estrogen yang turun ini akan membuat seseorang mengalami kerontokkan rambut yang lebih banyak daripada biasanya baik saat keramas atau sedang menyisir. Secara normal berkisar 85-95 persen rambut di kepala akan tumbuh dan sisanya, berkisar 5-15 persen berada dalam tahap istirahat. Setelah masa istirahat, rambut ini akan rontok dan...

7 Mitos Seputar Menstruasi

MITOS seringkali dipercaya, berkembang dalam masyarakat dengan penyampaian informasi yang kurang tepat, kurang lengkap, bahkan terlalu berlebihan. Hal ini menimbulkan sikap antipati, defensif bahkan diskriminasi pada situasi tertentu. Sesudah mitos mengenai seksualitas, ternyata mitos mengenai menstruasi juga beredar dalam masyarakat dan turun temurun diberitahukan. Beberapa di antaranya: 1. Menstruasi membuat tubuh menjadi lemah. Hasil penelitian menyebutkan bahwa darah menstruasi yang keluar banyaknya kira-kira hanya 150 ml atau sekitar empat sampai enam sendok saja. Jadi tidak benar kalau tubuh akan menjadi lemas hanya karena Anda sedang menstruasi. 2. Sedang menstruasi berarti sedang sakit. Justru sebaliknya, menstruasi adalah proses alami yang dialami oleh setiap perempuan produktif. Menstruasi berarti perempuan tersebut sehat dan sistem reproduksinya bekerja dengan normal sebagaimana mestinya. 3. Ingin menstruasi lancar, sering-seringlah minum soft drink. Banyak yang percaya sela...

7 Gejala Masalah Payudara Tak Boleh Diabaikan

SEJAK lahir, payudara menempel di tubuh Anda. Namun, berapa banyak yang benar-benar Anda tahu tentangnya? Kebanyakan wanita hanya berkunjung ke dokter jika merasakan sakit atau ketidaknyamanan. Padahal, penting bagi Anda untuk menyadari perubahan payudara agar jauh dari risiko kanker. "Payudara Anda secara mengalami perubahan selama hidup Anda, tergantung pada perubahan kadar hormon, perubahan pramenstruasi, kehamilan dan menyusui, dan akhirnya menopause," jelas Cynara Coomer MD, kepala operasi payudara di Staten Island University Hospital dan asisten klinis profesor bedah di Mount Sinai School of Medicine di New York, seperti dilansir Yahoo Health. "Mengetahui apa yang dirasakan payudara, bagaimana penampilan fisiknya, dan menyadari perubahannya pada setiap siklus usia dapat membantu Anda mengetahui keadaan normal dan penyakit yang mungkin terjadi," tambahnya. Nyeri payudara, normalkah? Adalah normal jika payudara terasa nyeri selama periode menstruasi, terutama be...