Skip to main content

5 Makanan untuk Menjaga Tubuh Agar Ramping

Datang ke toko buku, Anda akan menemukan puluhan buku diet. Meskipun dibuat menarik, banyak di antaranya yang berisi informasi menyesatkan.

5 Makanan untuk Menjaga Tubuh Agar Ramping
"'Diet' adalah kata negatif. Label makanan diet membingungkan banyak orang. Apa yang termasuk makanan diet? Apakah makanan yang rendah kalori, rendah lemak, rendah sodium, rendah gula, bebas gluten, atau yang mana?,” kata Jane Korsberg, instruktur senior di Departemen Nutrisi Case Western Reserve University di Cleveland.

Selain itu, banyak pediet yang secara khusus menargetkan makanan justru jarang memuaskan. Camilan mengandung 100 kalori, misalnya, dibuat untuk membantu orang mengendalikan kalori, tapi kenyataannya sering tidak berhasil, membuat mereka kerap lapar sepanjang hari.

Anda tidak perlu rencana rumit untuk menjadi ramping. Yang perlu Anda lakukan adalah membuat pilihan makanan cerdas, memerhatikan porsi makan, dan tetap aktif bergerak.

"Belajar untuk makan dengan benar akan lebih bermanfaat. Penekanannya harus pada memilih makanan sehat setiap hari dan mengubah gaya hidup menjadi lebih baik," tukas Jane.

Jika Anda membutuhkan beberapa rekomendasi, Anda bisa mulai dengan lima pilihan makanan lezat sekaligus menjaga tubuh ramping berikut ini, seperti diulas Livestrong.

Apel

Apel merupakan sumber serat makanan yang baik. Serat pangan tidak hanya memberikan kontribusi untuk sistem pencernaan yang sehat dan kolesterol berkurang, tetapi juga bermanfaat bagi pemakan cerdas karena tidak menghasilkan banyak kalori.

Sebuah studi dalam jurnal Appetite menemukan bahwa ketika wanita menambahkan tiga buah apel atau pir dalam menu harian, berat badan mereka akan turun, lebih dari orang yang menambahkan tiga kue gandum dalam diet mereka, meskipun keduanya mengandung jumlah serat yang sama.

Menurut Alan Aragon, ahli gizi dan penulis Girth Control: The Science of Fat Loss & Muscle Gain, kerenyahan makanan, seperti pada apel, dapat menjadi trik bagi seseorang untuk merasa lebih kenyang. Tindakan mengunyah dapat mengirim sinyal kenyang ke tubuh.

Ikan salmon

Seafood dapat menjadi bagian dari diet yang sehat. Terdapat beberapa bukti bahwa lemak dalam ikan salmon dapat meningkatkan rasa kenyang. Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Obesity, misalnya, menemukan bahwa ketika pediet makan salmon beberapa kali sepekan, mereka kehilangan sekira 2 kg lebih banyak dibanding mereka yang tidak memasukkan makanan laut dalam menu dietnya.

Kandungan lemak ikan salmon relatif rendah, tiap 3 ons hanya mengandung 175 kalori. Salmon juga sumber protein yang baik.

Kacang Almond

Jika Anda sedang mencari santap siang lezat, segenggam almond adalah pilihan yang baik. Sebuah studi pada 2009 yang dimuat dalam jurnal The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa wanita yang makan kacang almond setidaknya dua kali sepekan lebih berhasil menjaga berat badan daripada mereka yang tidak memakannya.

Satu ons kacang almond hanya mengandung 167 kalori, 6 gr protein, dan 3 gr serat, komposisi nutrisi yang akan membuat Anda merasa kenyang. Selanjutnya, seperti apel, almond tergolong makanan renyah sehingga bisa membuat Anda cepat kenyang.

Telur

Tidak ada keraguan bahwa protein, seperti serat, memiliki kekuatan mengenyangkan yang mengesankan, salah satunya telur. Penelitian menunjukkan bahwa makan telur saat sarapan dapat membantu Anda melawan rasa lapar sepanjang hari.

Sebuah studi yang dilaporkan pada 2008 dalam International Journal of Obesity menemukan bahwa ketika pediet makan dua telur untuk sarapan selama lima hari sepekan, mereka kehilangan berat badan 65 persen lebih banyak dari pediet yang sarapan roti. Telur membantu Anda merasa lebih kenyang sepanjang hari.

Tomat

Sayuran non-tepung seperti wortel, seledri, dan bayam, mengandung banyak serat. Seperti makanan lain yang tinggi serat, makanan ini dapat membantu membuat Anda merasa kenyang. Tomat adalah pilihan berikutnya yang baik sekaligus lezat.


Sumber: okezone.com

Comments

Popular posts from this blog

Usai Melahirkan, Kok Rambutku Rontok?

BARU sebulan ini Anda melahirkan anak pertama. Sejak beberapa hari pascamelahirkan, Anda perhatikan kok rambut jadi sering rontok. Apa penyebabnya? Apakah kondisi ini normal dialami perempuan pascamelahirkan? Kapan kondisi rambut akan menjadi normal kembali dan bagaimana perawatannya? dr Fakriantini Jayaputri, SpOG dari Rumah Sakit Zahirah memaparkan, rambut rontok pascamelahirkan disebabkan karena peningkatan hormon estrogen selama hamil yang kemudian menurun begitu melahirkan sehingga memengaruhi juga volume rambut. ‘Tahap Istirahat’ Pascamelahirkan Setelah melahirkan, kadar estrogen akan menurun sehingga membuat banyak rambut memasuki tahap istirahat. Kadar estrogen yang turun ini akan membuat seseorang mengalami kerontokkan rambut yang lebih banyak daripada biasanya baik saat keramas atau sedang menyisir. Secara normal berkisar 85-95 persen rambut di kepala akan tumbuh dan sisanya, berkisar 5-15 persen berada dalam tahap istirahat. Setelah masa istirahat, rambut ini akan rontok dan...

7 Mitos Seputar Menstruasi

MITOS seringkali dipercaya, berkembang dalam masyarakat dengan penyampaian informasi yang kurang tepat, kurang lengkap, bahkan terlalu berlebihan. Hal ini menimbulkan sikap antipati, defensif bahkan diskriminasi pada situasi tertentu. Sesudah mitos mengenai seksualitas, ternyata mitos mengenai menstruasi juga beredar dalam masyarakat dan turun temurun diberitahukan. Beberapa di antaranya: 1. Menstruasi membuat tubuh menjadi lemah. Hasil penelitian menyebutkan bahwa darah menstruasi yang keluar banyaknya kira-kira hanya 150 ml atau sekitar empat sampai enam sendok saja. Jadi tidak benar kalau tubuh akan menjadi lemas hanya karena Anda sedang menstruasi. 2. Sedang menstruasi berarti sedang sakit. Justru sebaliknya, menstruasi adalah proses alami yang dialami oleh setiap perempuan produktif. Menstruasi berarti perempuan tersebut sehat dan sistem reproduksinya bekerja dengan normal sebagaimana mestinya. 3. Ingin menstruasi lancar, sering-seringlah minum soft drink. Banyak yang percaya sela...

7 Gejala Masalah Payudara Tak Boleh Diabaikan

SEJAK lahir, payudara menempel di tubuh Anda. Namun, berapa banyak yang benar-benar Anda tahu tentangnya? Kebanyakan wanita hanya berkunjung ke dokter jika merasakan sakit atau ketidaknyamanan. Padahal, penting bagi Anda untuk menyadari perubahan payudara agar jauh dari risiko kanker. "Payudara Anda secara mengalami perubahan selama hidup Anda, tergantung pada perubahan kadar hormon, perubahan pramenstruasi, kehamilan dan menyusui, dan akhirnya menopause," jelas Cynara Coomer MD, kepala operasi payudara di Staten Island University Hospital dan asisten klinis profesor bedah di Mount Sinai School of Medicine di New York, seperti dilansir Yahoo Health. "Mengetahui apa yang dirasakan payudara, bagaimana penampilan fisiknya, dan menyadari perubahannya pada setiap siklus usia dapat membantu Anda mengetahui keadaan normal dan penyakit yang mungkin terjadi," tambahnya. Nyeri payudara, normalkah? Adalah normal jika payudara terasa nyeri selama periode menstruasi, terutama be...