Skip to main content

Risk of Excess Weight Gain in Pregnancy

Weight gain during pregnancy is important to note. Because a large excess weight increases during pregnancy can pose some risks, among others: the fetus becomes too large to require a cesarean delivery, incidence of preeclampsia and gestational diabetes mellitus (diabetes in pregnancy).

In addition, the increase in excess weight can cause the fetus is larger than normal and there is a tendency to become overweight children with too. This is certainly not good for children because the risk of diseases such as diabetes and heart disease. Therefore, it is important to maintain weight during pregnancy.

However, pregnant women are not allowed to reduce food intake in order to lose weight. What is needed is to set the weight gain.


Source: doktereva.blogspot.com

Comments

Popular posts from this blog

Usai Melahirkan, Kok Rambutku Rontok?

BARU sebulan ini Anda melahirkan anak pertama. Sejak beberapa hari pascamelahirkan, Anda perhatikan kok rambut jadi sering rontok. Apa penyebabnya? Apakah kondisi ini normal dialami perempuan pascamelahirkan? Kapan kondisi rambut akan menjadi normal kembali dan bagaimana perawatannya? dr Fakriantini Jayaputri, SpOG dari Rumah Sakit Zahirah memaparkan, rambut rontok pascamelahirkan disebabkan karena peningkatan hormon estrogen selama hamil yang kemudian menurun begitu melahirkan sehingga memengaruhi juga volume rambut. ‘Tahap Istirahat’ Pascamelahirkan Setelah melahirkan, kadar estrogen akan menurun sehingga membuat banyak rambut memasuki tahap istirahat. Kadar estrogen yang turun ini akan membuat seseorang mengalami kerontokkan rambut yang lebih banyak daripada biasanya baik saat keramas atau sedang menyisir. Secara normal berkisar 85-95 persen rambut di kepala akan tumbuh dan sisanya, berkisar 5-15 persen berada dalam tahap istirahat. Setelah masa istirahat, rambut ini akan rontok dan...

7 Gejala Masalah Payudara Tak Boleh Diabaikan

SEJAK lahir, payudara menempel di tubuh Anda. Namun, berapa banyak yang benar-benar Anda tahu tentangnya? Kebanyakan wanita hanya berkunjung ke dokter jika merasakan sakit atau ketidaknyamanan. Padahal, penting bagi Anda untuk menyadari perubahan payudara agar jauh dari risiko kanker. "Payudara Anda secara mengalami perubahan selama hidup Anda, tergantung pada perubahan kadar hormon, perubahan pramenstruasi, kehamilan dan menyusui, dan akhirnya menopause," jelas Cynara Coomer MD, kepala operasi payudara di Staten Island University Hospital dan asisten klinis profesor bedah di Mount Sinai School of Medicine di New York, seperti dilansir Yahoo Health. "Mengetahui apa yang dirasakan payudara, bagaimana penampilan fisiknya, dan menyadari perubahannya pada setiap siklus usia dapat membantu Anda mengetahui keadaan normal dan penyakit yang mungkin terjadi," tambahnya. Nyeri payudara, normalkah? Adalah normal jika payudara terasa nyeri selama periode menstruasi, terutama be...

Terapi Target Bantu Penderita Kanker Hati

TERKENAL sebagai penyakit mematikan keenam di dunia, sebagian besar kanker hati terdiagnosa pada stadium medium dan lanjut. Sebab pada tahap awal perkembangannya, penyakit ini tidak menunjukkan gejala-gejala yang khas. "Jika sel dari hati mengalami suatu pertumbuhan dan membelah dengan tidak berhenti, maka penderitanya mengalami kanker hati. Biasanya dengan kondisi normal, sel tumbuh dan stop sendiri dengan perusakan. Kalau kanker hati terus tumbuh dan merusak sel-sel yang tumbuh, kumpulan ini disebut sel tumor. Ada yang bersifat terus tumbuh dan bersifat jinak lambat, tumbuhnya tidak membahayakan, ada yang ganas, ada juga yang menyerang langsung ke hati, paru, disebut kanker hati," kata Prof dr H Ali Sulaiman PgD SpPD KGEH FACG saat acara bertema “Meningkatkan Harapan Hidup Pasien Kanker Hati dengan Terapi Target”, Mid Plaza Hotel, Jakarta, Selasa (1/2/2011). Dari 632 ribu kasus kanker hati di dunia yang terdiagnosa setiap tahun, sekira 450 ribu dilaporkan di Asia Pasifik, l...