Skip to main content

Beberapa Penyakit akibat Tidak Merawat Gigi

Gigi dan mulut bisa jadi merupakan bagian tubuh yang tidak terlalu mendapat perhatian serius. Padahal beberapa penyakit akan lebih meningkat risikonya jika kesehatan gigi dan mulutnya buruk.

Berbagai penelitian telah menemukan bahwa radang dan bakteri di mulut serta gusi bisa masuk ke dalam aliran darah, kondisi ini akan menyebabkan penebalan pembuluh darah arteri dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit.

Berikut ini beberapa penyakit yang terkait dengan kondisi mulut dan gigi yang buruk, seperti dikutip dari ABCNews, Senin (16/5/2011) yaitu:

Penyakit jantung dan stroke
Salah satu studi baru yang dipublikasikan dalam British Medical Journal menganalisis data lebih dari 11.000 orang dewasa dan diketahui peserta yang jarang sikat gigi (kurang dari 2 kali dalam sehari) akan memiliki 70 persen peningkatan risiko penyakit jantung. Serta penumpukan plak di gigi suatu saat bisa hancur dan menyerang otak sehingga menyebabkan stroke.



Diabetes
Satu teori menjelaskan bahwa infeksi mulut serius bisa menyebabkan terjadinya peradangan ringan di seluruh tubuh, peradangan ini nantinya dapat merusak kemampuan tubuh untuk memproses gula yang masuk. Hal ini menyimpulkan bahwa mencegah infeksi gusi bisa menjadi salah satu cara mencegah diabetes.

Infeksi saluran pernapasan
Menjaga mulut tetap bersih dan sehat juga bisa membantu menjaga paru-paru terlindungi dengan baik, berdasarkan studi dalam Journal of Periodontology. Hal ini kemungkinan bakteri yang disebabkan oleh penyakit periodontal akan menumpuk di tenggorokan bagian atas, dari sana ia akan mudah terhirup ke saluran pernapasan bagian bawah dan menghambatnya atau berkembang menjadi masalah paru-paru yang lebih serius.

Masalah saat kehamilan
Fluktuasi hormonal dan peningkatan alirah darah ke seluruh tubuh selama hamil akan lebih memungkinkan terjadinya perubahan pada gigi dan gusi. American Academy of Periodontists menuturkan sekitar 50 persen perempuan hamil mengembangkan gingivitis (kondisi gusi meradang, berdarah atau bengkak). Jika kondisi ini dibiarkan akan menyebabkan infeksi serius yang bisa bermasalah pada kehamilan.

Beberapa studi menunjukkan adanya hubungan langsung antara infeksi bakteri di mulut dengan kelahiran prematur, preeklampsia dan tingkat kelahiran rendah. Untuk itu pastikan menyikat gigi dan kontrol ke dokter secara teratur.

Sumber: health.detik.com

Comments

Popular posts from this blog

Usai Melahirkan, Kok Rambutku Rontok?

BARU sebulan ini Anda melahirkan anak pertama. Sejak beberapa hari pascamelahirkan, Anda perhatikan kok rambut jadi sering rontok. Apa penyebabnya? Apakah kondisi ini normal dialami perempuan pascamelahirkan? Kapan kondisi rambut akan menjadi normal kembali dan bagaimana perawatannya? dr Fakriantini Jayaputri, SpOG dari Rumah Sakit Zahirah memaparkan, rambut rontok pascamelahirkan disebabkan karena peningkatan hormon estrogen selama hamil yang kemudian menurun begitu melahirkan sehingga memengaruhi juga volume rambut. ‘Tahap Istirahat’ Pascamelahirkan Setelah melahirkan, kadar estrogen akan menurun sehingga membuat banyak rambut memasuki tahap istirahat. Kadar estrogen yang turun ini akan membuat seseorang mengalami kerontokkan rambut yang lebih banyak daripada biasanya baik saat keramas atau sedang menyisir. Secara normal berkisar 85-95 persen rambut di kepala akan tumbuh dan sisanya, berkisar 5-15 persen berada dalam tahap istirahat. Setelah masa istirahat, rambut ini akan rontok dan...

Cara Mengobati Gatal Tenggorokan (How to Treat Itchy Throat)

Bila istirahat malam Anda terganggu karena gatal tenggorokan, jangan buru-buru meminum obat batuk. Ada pilihan obat yang lebih alami, praktis, namun tetap efektif. Madu. Untuk mendapatkan manfaat itu, Anda tak memerlukan banyak cairan madu. Cukup gunakan 1-2 sendok teh, sesuai kebutuhan. Tambahkan seduhan teh hangat dan perasan lemon untuk efek yang lebih bagus. Selain melegakan tenggorokan, madu juga mengandung antioksidan. Menurut hasil penelitian terbaru, madu juga bisa memiliki efek antibakteri, sehingga bisa menjadi alternatif terapi sinusitis. Teteskan cairan madu ke secangkir air panas. Hirup uapnya. Ini berkhasiat untuk mengurangi keluhan hidung tersumbat sekaligus menghilangkan bakteri. Sumber: suaramerdeka.com

Sindrom Alkohol Bisa Hambat Perkembangan Bayi

SINDROM alkohol pada janin atau fetal alkohol syndrome (FAS) adalah kondisi akibat paparan alkohol sebelum kelahiran. FAS adalah penyebab dari keterbelakangan mental pada anak. Di samping keterbelakangan mental, FAS juga menyebabkan kelainan bentuk kerangka dan sistem organ besar (terutama jantung dan otak), gangguan pertumbuhan, masalah sistem saraf pusat, miskin keterampilan motorik, kematian, masalah belajar, memori, interaksi sosial, gangguan bicara, dan pendengaran. Ada pula fitur wajah yang merupakan ciri khas dari bayi FAS, yaitu mata kecil, hidung pendek atau terbalik, pipi datar dan bibir tipis. Meski penampilan fisik ini memudar ketika anak tumbuh, tetap saja mengalami kesulitan seumur hidup. Istilah dari alkohol yang lain ada pula, seperti fetal alkohol effects (FAE), yang dibagi menjadi dua kategori, yakni alkohol related neurodevelopmental disorder (ARND) dan alkohol related birth defect (ARBD). ARND menggambarkan gangguan mental dan perilaku seperti ketidakmampuan belajar...