Skip to main content

Cara Cegah Amputasi untuk Penderita Diabetes

Pada penderita diabetes (diabetasi), masalah trifecta berakibat pada amputasi, yakni mati rasa pada kaki. Akibatnya, kerusakan saraf ini membuatnya kurang menyadari luka dan borok kaki. Borok yang gagal diobati, pada gilirannya mengakibatkan infeksi serius.

"Biasanya, orang dengan luka di bagian bawah kaki mereka, seperti melepuh, akan mengubah cara berjalannya. Gaya berjalan akan berubah untuk melindungi tempat yang melepuh itu hingga sembuh," kata Joseph LeMaster MD, asisten profesor di University of Missouri-Columbia School of Medicine, seperti dikutip Health.

Namun, ia menegaskan, orang yang kehilangan sensasi, tidak bisa melakukannya. Mereka hanya akan berjalan tepat di atas bagian kaki melepuh, seolah-olah masalah ini tidak ada. Makin lama pecah, terinfeksi, dan berubah menjadi apa yang kita sebut borok kaki.



"Borok bisa menembus hingga ke tulang dan menjadi jalan untuk infeksi ke seluruh kaki. Ini yang mengarah pada amputasi," tukasnya.


Luka kaki penyebab paling umum rawat inap

Sekira 15 persen dari semua diabetesi akan mengembangkan borok kaki di beberapa titik, bahkan 24 persen di antaranya perlu amputasi.

"Alasan paling umum seseorang dirawat di rumah sakit akibat diabetes, bukan oleh gula darah tinggi atau serangan jantung atau stroke, tapi untuk sebuah lubang di kaki, sebuah luka," kata David G Armstrong DPM, Diabetic Foot Disease Specialist Rosalind Franklin University of Medicine and Science di Chicago Utara.


Periksa kaki setiap hari

Hal paling penting, diabetesi dapat mencegah masalah borok kaki.

"Hal paling penting yang bisa dilakukan diabetesi adalah mencegah masalah dengan melihat kaki mereka setiap hari, sama seperti menyisir rambut atau menyikat gigi," kata Dr Armstrong.

Anda dapat menggunakan cermin untuk memeriksa kaki atau minta bantuan anggota keluarga untuk melakukannya. Peningkatan suhu kaki, yang dapat dideteksi dengan termometer infra merah khusus, dapat merupakan tanda awal masalah.

"Kaki akan terasa panas sebelum kulit rusak," kata Dr Armstrong.


Cara lain untuk mencegah masalah kaki

Berikut adalah tip untuk mencegah masalah kaki dari National Diabetes Education Program:

  • Berhenti merokok jika Anda perokok. Merokok dianggap sebagai faktor kemungkinan penyakit kaki diabetesi.
  • Jadilah superwaspada dengan peningkatan gula darah. Menurut hasil kajian United Kingdom Prospective Diabetes Study, orang dengan diabetes tipe 2 yang menurunkan gula darah melalui terapi intensif berisiko lebih sedikit untuk pengobatan.
  • Pilih sepatu dengan hati-hati.
  • Potong kuku kaki dengan hati-hati atau minta orang lain untuk melakukannya jika sudah mati rasa.


(ftr)
Sumber: www.lifestyle.okezone.com

Comments

Popular posts from this blog

7 Mitos Seputar Menstruasi

MITOS seringkali dipercaya, berkembang dalam masyarakat dengan penyampaian informasi yang kurang tepat, kurang lengkap, bahkan terlalu berlebihan. Hal ini menimbulkan sikap antipati, defensif bahkan diskriminasi pada situasi tertentu. Sesudah mitos mengenai seksualitas, ternyata mitos mengenai menstruasi juga beredar dalam masyarakat dan turun temurun diberitahukan. Beberapa di antaranya: 1. Menstruasi membuat tubuh menjadi lemah. Hasil penelitian menyebutkan bahwa darah menstruasi yang keluar banyaknya kira-kira hanya 150 ml atau sekitar empat sampai enam sendok saja. Jadi tidak benar kalau tubuh akan menjadi lemas hanya karena Anda sedang menstruasi. 2. Sedang menstruasi berarti sedang sakit. Justru sebaliknya, menstruasi adalah proses alami yang dialami oleh setiap perempuan produktif. Menstruasi berarti perempuan tersebut sehat dan sistem reproduksinya bekerja dengan normal sebagaimana mestinya. 3. Ingin menstruasi lancar, sering-seringlah minum soft drink. Banyak yang percaya sela...

Usai Melahirkan, Kok Rambutku Rontok?

BARU sebulan ini Anda melahirkan anak pertama. Sejak beberapa hari pascamelahirkan, Anda perhatikan kok rambut jadi sering rontok. Apa penyebabnya? Apakah kondisi ini normal dialami perempuan pascamelahirkan? Kapan kondisi rambut akan menjadi normal kembali dan bagaimana perawatannya? dr Fakriantini Jayaputri, SpOG dari Rumah Sakit Zahirah memaparkan, rambut rontok pascamelahirkan disebabkan karena peningkatan hormon estrogen selama hamil yang kemudian menurun begitu melahirkan sehingga memengaruhi juga volume rambut. ‘Tahap Istirahat’ Pascamelahirkan Setelah melahirkan, kadar estrogen akan menurun sehingga membuat banyak rambut memasuki tahap istirahat. Kadar estrogen yang turun ini akan membuat seseorang mengalami kerontokkan rambut yang lebih banyak daripada biasanya baik saat keramas atau sedang menyisir. Secara normal berkisar 85-95 persen rambut di kepala akan tumbuh dan sisanya, berkisar 5-15 persen berada dalam tahap istirahat. Setelah masa istirahat, rambut ini akan rontok dan...

Jenis-Jenis Kolesterol

Kolesterol merupakan suatu kata yang sangat umum di masyarakat. Namun sedikit yang tahu bahwa kolesterol dapat menganggu siapa saja, bahkan merupakan silent killer. Gangguan kolesterol yang tinggi atau hiperkolesterolemia, apabila tidak ditangani dengan bijak dan tepat dapat mengarah pada berbagai macam penyakit serius, seperti jantung koroner, diabetes militus, stroke, dan disfungsi ereksi. Jenis-jenis penyakit serius tersebut saat ini sudah semakin banyak diderita masyarakat yang berusia produktif, dan jumlahnya pun semakin meningkat setiap tahun. Kolesterol sendiri adalah senyawa lemak kompleks, yang 80 persen dihasilkan dari dalam tubuh (organ hati) dan 20 persen sisanya dari luar tubuh (zat makanan) untuk bermacam-macam fungsi di dalam tubuh, antara lain membentuk dinding sel. Kolesterol yang berada dalam zat makanan yang kita makan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Tetapi sejauh pemasukan ini seimbang dengan kebutuhan, tubuh kita akan tetap sehat. Kolesterol tidak ...