Skip to main content

Berhenti Merokok - Pengendalian Kolesterol 01

Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia berbahaya yang dapat merusak tubuh. Bahan-bahan kimia dalam rokok terutama akan menimbulkan kelainan pembuluh darah yang selanjutnya akan meningkatkan risiko untuk terkena serangan jantung, stroke, hipertensi,dll hingga 2-4 kali lipat.

Rokok akan mempengaruhi semua tahap pembentukan plak pembuluh darah, mulai dari kerusakan dinding pembuuh darah hingga memicu terbentuknya trombosis (sumbatan pembuluh darah) yang menyebabkan terjadinya serangan jantung dan stroke. Kerusakan pembuluh darah tersebut tidak hanya terjadi pada perokok aktif, namun hal tersebut juga terjadi pada perokok pasif.

Mekanisme pasti bagaimana rokok dapat memicu terjadinya kelainan jantung dan pembuluh darah masih belum diketahui dengan pasti hingga saat ini. Namun telah diketahui bahwa rokok mampu menimbulkan terjadinya peradangan dalam tubuh, memicu terjadinya disfungsi endotel (dinding pembuluh darah), dan memicu terbentuknya stress oksidatif yang dapat merusak pembuluh darah lebih lanjut.



Asap rokok mengandung kurang lebih 4000
bahan kimia berbahaya yang dapat merusak tubuh
Disamping itu, diketahui pula bahwa nikotin yang terkandung di dalam rokok merupakan zat kimia yang bersifat simpatomimetik sehingga dapat meningkatkan detak jantung, meningkatkan tekanan darah dan curah jantung. Nikotin juga mempunyai efek metabolik,yaitu meningkatkan lipolisis (proses pemecahan lemak). Lipolisis ini akan meningkatkan kadar asam lemak bebas dan kadar gliserol di dalam darah. Kadar asam lemak bebas dan gliserol yang tinggi akan meningkatkan metabolisme lemak yang membutuhkan banyak oksigen. Secara keseluruhan, efek nikotin di dalam tubuh secara keseluruhan akan meningkatkan kebutuhan jantung akan oksigen. Peningkatan kebutuhan oksigen yang terlalu tinggi akan memicu terjadinya serangan jantung jika tubuh tidak mampu menyuplai oksigen yang dibutuhkan oleh jantung, hal ini ditandai dengan timbulnya nyeri dada (angina).

Bahan-bahan kimia lain di asap rokok juga akan mempercepat pembentukan plak pembuluh darah (plak aterosklerosis), akibatnya pembuluh darah menjadi kaku. Plak pembuluh darah yang pecah dapat memicu pembentukan bekuan darah yang dapat menyumbat arteri. Semua kejadian tersebut akan melukai dinding pembuluh darah. Dinding pembuluh darah yang terluka akan mempermudah kolesterol dan lemak-lemak lain untuk menempel pada pembuluh darah. Akibatnya, deposit lemak yang disebut plak akan mulai menumpuk di pembuluh darah dan menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku. Disamping itu, rokok juga menurunkan kadar HDL (kolesterol baik), yang akan membantu membersihkan penyumbatan LDL di pembuluuh darah.

Jika plak pembuluh darah sudah menyumbat pembuluh darah untuk menyalurkan oksigen ke jantung, maka jantung akan kekurangan oksigen. Hal tersebut akan menimbulkan nyeri dada (angina). Jika pembuluh darah tersumbat sepenuhnya, maka sebagian organ jantung akan mati, dan hal inilah yang dikenal sebagai serangan jantung.

Tidak peduli berapa lama anda merokok, namun berhenti merokok sekarang juga merupakan suatu keputusan yang tepat. Segera setelah anda berhenti merokok, jantung anda akan lebih santai, darah menjadi lebih encer dan sedikit kemungkinan untuk membentuk sumbatan pembuluh darah. Lapisan dalam pembuluh darah akan mulai sembuh dari peradangan sehingga menghambat pembentukan plak pembuluh darah.

Cukup dengan berhenti merokok sudah mampu untuk menurunkan risiko serangan jantung hingga 65% setelah 3 tahun. JIka anda sudah mengalami serangan jantung, maka berhenti merokok akan mencegah terjadinya serangan jantung yang lain di kemudian hari.


Oleh : dr. Dissy Pramudita
Sumber: www.klikdokter.com

Comments

Popular posts from this blog

Usai Melahirkan, Kok Rambutku Rontok?

BARU sebulan ini Anda melahirkan anak pertama. Sejak beberapa hari pascamelahirkan, Anda perhatikan kok rambut jadi sering rontok. Apa penyebabnya? Apakah kondisi ini normal dialami perempuan pascamelahirkan? Kapan kondisi rambut akan menjadi normal kembali dan bagaimana perawatannya? dr Fakriantini Jayaputri, SpOG dari Rumah Sakit Zahirah memaparkan, rambut rontok pascamelahirkan disebabkan karena peningkatan hormon estrogen selama hamil yang kemudian menurun begitu melahirkan sehingga memengaruhi juga volume rambut. ‘Tahap Istirahat’ Pascamelahirkan Setelah melahirkan, kadar estrogen akan menurun sehingga membuat banyak rambut memasuki tahap istirahat. Kadar estrogen yang turun ini akan membuat seseorang mengalami kerontokkan rambut yang lebih banyak daripada biasanya baik saat keramas atau sedang menyisir. Secara normal berkisar 85-95 persen rambut di kepala akan tumbuh dan sisanya, berkisar 5-15 persen berada dalam tahap istirahat. Setelah masa istirahat, rambut ini akan rontok dan...

Cara Mengobati Gatal Tenggorokan (How to Treat Itchy Throat)

Bila istirahat malam Anda terganggu karena gatal tenggorokan, jangan buru-buru meminum obat batuk. Ada pilihan obat yang lebih alami, praktis, namun tetap efektif. Madu. Untuk mendapatkan manfaat itu, Anda tak memerlukan banyak cairan madu. Cukup gunakan 1-2 sendok teh, sesuai kebutuhan. Tambahkan seduhan teh hangat dan perasan lemon untuk efek yang lebih bagus. Selain melegakan tenggorokan, madu juga mengandung antioksidan. Menurut hasil penelitian terbaru, madu juga bisa memiliki efek antibakteri, sehingga bisa menjadi alternatif terapi sinusitis. Teteskan cairan madu ke secangkir air panas. Hirup uapnya. Ini berkhasiat untuk mengurangi keluhan hidung tersumbat sekaligus menghilangkan bakteri. Sumber: suaramerdeka.com

Sindrom Alkohol Bisa Hambat Perkembangan Bayi

SINDROM alkohol pada janin atau fetal alkohol syndrome (FAS) adalah kondisi akibat paparan alkohol sebelum kelahiran. FAS adalah penyebab dari keterbelakangan mental pada anak. Di samping keterbelakangan mental, FAS juga menyebabkan kelainan bentuk kerangka dan sistem organ besar (terutama jantung dan otak), gangguan pertumbuhan, masalah sistem saraf pusat, miskin keterampilan motorik, kematian, masalah belajar, memori, interaksi sosial, gangguan bicara, dan pendengaran. Ada pula fitur wajah yang merupakan ciri khas dari bayi FAS, yaitu mata kecil, hidung pendek atau terbalik, pipi datar dan bibir tipis. Meski penampilan fisik ini memudar ketika anak tumbuh, tetap saja mengalami kesulitan seumur hidup. Istilah dari alkohol yang lain ada pula, seperti fetal alkohol effects (FAE), yang dibagi menjadi dua kategori, yakni alkohol related neurodevelopmental disorder (ARND) dan alkohol related birth defect (ARBD). ARND menggambarkan gangguan mental dan perilaku seperti ketidakmampuan belajar...