Skip to main content

Tip Mencegah Anak Obesitas

SENANG melihat anak tumbuh gemuk? Sebaiknya, Anda mulai menyingkirkan pikiran ini. Kenyataannya, anak yang bertubuh gemuk rentan menderita obesitas.

Nah, kalau sudah begini, serangkaian penyakit pun dapat menyerang anak-anak. Coba ikuti tip berikut untuk menghindarkan anak dari risiko obesitas.

  1. Jangan memaksa anak menghabiskan makanan atau minumannya bisa sudah kenyang dengan alasan “sayang kalau dibuang”. Lebih baik ajarkan dia untuk mengambil makanan secukupnya.
  2. Pastikan anak sarapan pagi sehingga dia mendapatkan energi yang cukup untuk belajar di sekolah.
  3. Tawarkan jenis makanan yang bervariasi, misalnya biji-bijian, sayuran, buah, susu rendah lemak, daging tanpa lemak, dan kacang-kacangan.
  4. Konsultasikan ke dokter bila ada masalah dengan kebiasaan makan dan berat badan.
  5. Masaklah dengan sedikit lemak, mislanya dengan memanggang, mengukus, merebus, daripada menggoreng.
  6. Batasi asupan gula.
  7. Minuman air atau susu rendah lemak, hindari konsumsi minuman ringan (soft drink), atau jus buah (mengandung fruktosa/gula buah tinggi).
  8. Ayo, ajak anak ke luar dan beraktivitas!
  9. Libatkan seluruh anggota keluarga dalam kegiatan, seperti jalan sehat, bersepeda, berenang bersama, bermain basket, kegiatan outdoor, seperti mendaki gunung, dan outbond.
  10. Orangtua adalah panutan utama anak-anaknya. Berilah contoh dengan menciptakan lingkungan makan yang sehat dan menciptakan lingkungan yang aktif bergerak. Orangtua jangan pilih-pilih makanan juga, anak bisa meniru orangtua yang gemar makan enak, tetapi kalorinya tinggi.
  11. Libatkan seluruh anggota keluarga, termasuk opa-oma si anak agar mereka tahu bahwa anak sedang dalam penanganan obesitas (diet), namun yang terkontrol sehingga tidak menghambat tumbuh kembangnya.
  12. Tidak ada obat yang dinyatakan aman untuk bisa menurunkan obesitas pada anak di bawah 12 tahun. Hal ini harus diperbaiki dari perubahan pola hidup.


(Koran SI/Koran SI/ftr)
http://lifestyle.okezone.com

Comments

Popular posts from this blog

Usai Melahirkan, Kok Rambutku Rontok?

BARU sebulan ini Anda melahirkan anak pertama. Sejak beberapa hari pascamelahirkan, Anda perhatikan kok rambut jadi sering rontok. Apa penyebabnya? Apakah kondisi ini normal dialami perempuan pascamelahirkan? Kapan kondisi rambut akan menjadi normal kembali dan bagaimana perawatannya? dr Fakriantini Jayaputri, SpOG dari Rumah Sakit Zahirah memaparkan, rambut rontok pascamelahirkan disebabkan karena peningkatan hormon estrogen selama hamil yang kemudian menurun begitu melahirkan sehingga memengaruhi juga volume rambut. ‘Tahap Istirahat’ Pascamelahirkan Setelah melahirkan, kadar estrogen akan menurun sehingga membuat banyak rambut memasuki tahap istirahat. Kadar estrogen yang turun ini akan membuat seseorang mengalami kerontokkan rambut yang lebih banyak daripada biasanya baik saat keramas atau sedang menyisir. Secara normal berkisar 85-95 persen rambut di kepala akan tumbuh dan sisanya, berkisar 5-15 persen berada dalam tahap istirahat. Setelah masa istirahat, rambut ini akan rontok dan...

7 Mitos Seputar Menstruasi

MITOS seringkali dipercaya, berkembang dalam masyarakat dengan penyampaian informasi yang kurang tepat, kurang lengkap, bahkan terlalu berlebihan. Hal ini menimbulkan sikap antipati, defensif bahkan diskriminasi pada situasi tertentu. Sesudah mitos mengenai seksualitas, ternyata mitos mengenai menstruasi juga beredar dalam masyarakat dan turun temurun diberitahukan. Beberapa di antaranya: 1. Menstruasi membuat tubuh menjadi lemah. Hasil penelitian menyebutkan bahwa darah menstruasi yang keluar banyaknya kira-kira hanya 150 ml atau sekitar empat sampai enam sendok saja. Jadi tidak benar kalau tubuh akan menjadi lemas hanya karena Anda sedang menstruasi. 2. Sedang menstruasi berarti sedang sakit. Justru sebaliknya, menstruasi adalah proses alami yang dialami oleh setiap perempuan produktif. Menstruasi berarti perempuan tersebut sehat dan sistem reproduksinya bekerja dengan normal sebagaimana mestinya. 3. Ingin menstruasi lancar, sering-seringlah minum soft drink. Banyak yang percaya sela...

7 Gejala Masalah Payudara Tak Boleh Diabaikan

SEJAK lahir, payudara menempel di tubuh Anda. Namun, berapa banyak yang benar-benar Anda tahu tentangnya? Kebanyakan wanita hanya berkunjung ke dokter jika merasakan sakit atau ketidaknyamanan. Padahal, penting bagi Anda untuk menyadari perubahan payudara agar jauh dari risiko kanker. "Payudara Anda secara mengalami perubahan selama hidup Anda, tergantung pada perubahan kadar hormon, perubahan pramenstruasi, kehamilan dan menyusui, dan akhirnya menopause," jelas Cynara Coomer MD, kepala operasi payudara di Staten Island University Hospital dan asisten klinis profesor bedah di Mount Sinai School of Medicine di New York, seperti dilansir Yahoo Health. "Mengetahui apa yang dirasakan payudara, bagaimana penampilan fisiknya, dan menyadari perubahannya pada setiap siklus usia dapat membantu Anda mengetahui keadaan normal dan penyakit yang mungkin terjadi," tambahnya. Nyeri payudara, normalkah? Adalah normal jika payudara terasa nyeri selama periode menstruasi, terutama be...