Skip to main content

Terapi Sentuhan Atasi Stres

PEKERJAAN, hubungan yang kurang harmonis dengan teman serta segudang
masalah lainnya seringkali menimbulkan stres. Stres bukanlah ujung
permasalahan. Stres bisa memicu berbagai penyakit lainnya seperti
serangan jantung, depresi, jenis kanker tertentu bahkan kadang-kadang
menimbulkan niat untuk mengakhiri hidup. Oleh karena itu, stres tidak
boleh disepelekan.

Tetapi, tidak perlu cemas, penelitian telah menemukan terapi baru yang
sederhana tetapi efektif mengatasi stres. Sentuhan, yang merupakan
akitivitas yang sederhana, terbukti efektif meredakan stres. Anda
merasa stres? Biarkan orang tercinta Anda menggenggam tangan Anda
dengan hangat.

Sebuah studi yang dilakukan peneliti dari Utah menunjukkan, sentuhan
hangat bisa mengurangi kadar hormon stres dan tekanan darah. Studi ini
memeriksa pasangan menikah berusia 20-39 tahun. Mereka menemukan,
pijatan, sentuhan, pelukan dan ciuman bisa menyebabkan peningkatan
jumlah hormon penenang oxytocin.

Sebuah studi sebelumnya yang dilakukan di Miami (Touch Research
Institute) menunjukkan, pijat dan terapi relaksasi menguatkan mood dan
fungsi kekebalan tubuh pada perempuan pengidap kanker payudara. Selain
itu, pertumbuhan anak yang lahir prematur juga lebih cepat kalau lebih
sering disentuh. Sentuhan juga terbukti efektif mengurangi rasa sakit
dan menurunkan kadar glukosa pada anak yang mengidap diabetes.

Penelitian yang dilakukan di Virginia juga menunjukkan hasil yang
menarik. Ketika menggenggam tangan suaminya, perempuan yang sedang
merasa kesakitan mengalami pengurangan respon takut, bahaya, dan
ancaman di bagian pusat otak.

Ada juga penelitian yang menunjukkan, bercengkerama dengan anjing juga
bisa menenangkan dan menurunkan stres. Selain itu, juga berdampak
positif terhadap fungsi sistem kekebalan tubuh dan perlawanan terhadap
penyakit.

Jadi, apa lagi yang Anda tunggu, terapi sentuhan telah terbukti
efektif dalam berbagai studi. Ulurkan tangan kepada pasangan saat Anda
stres dan genggam tangan pasangan Anda jika dia stres.


Sumber:
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/03/20/963/13/Terapi-Sentuhan-Atasi-Stres

Comments

Popular posts from this blog

Usai Melahirkan, Kok Rambutku Rontok?

BARU sebulan ini Anda melahirkan anak pertama. Sejak beberapa hari pascamelahirkan, Anda perhatikan kok rambut jadi sering rontok. Apa penyebabnya? Apakah kondisi ini normal dialami perempuan pascamelahirkan? Kapan kondisi rambut akan menjadi normal kembali dan bagaimana perawatannya? dr Fakriantini Jayaputri, SpOG dari Rumah Sakit Zahirah memaparkan, rambut rontok pascamelahirkan disebabkan karena peningkatan hormon estrogen selama hamil yang kemudian menurun begitu melahirkan sehingga memengaruhi juga volume rambut. ‘Tahap Istirahat’ Pascamelahirkan Setelah melahirkan, kadar estrogen akan menurun sehingga membuat banyak rambut memasuki tahap istirahat. Kadar estrogen yang turun ini akan membuat seseorang mengalami kerontokkan rambut yang lebih banyak daripada biasanya baik saat keramas atau sedang menyisir. Secara normal berkisar 85-95 persen rambut di kepala akan tumbuh dan sisanya, berkisar 5-15 persen berada dalam tahap istirahat. Setelah masa istirahat, rambut ini akan rontok dan...

7 Mitos Seputar Menstruasi

MITOS seringkali dipercaya, berkembang dalam masyarakat dengan penyampaian informasi yang kurang tepat, kurang lengkap, bahkan terlalu berlebihan. Hal ini menimbulkan sikap antipati, defensif bahkan diskriminasi pada situasi tertentu. Sesudah mitos mengenai seksualitas, ternyata mitos mengenai menstruasi juga beredar dalam masyarakat dan turun temurun diberitahukan. Beberapa di antaranya: 1. Menstruasi membuat tubuh menjadi lemah. Hasil penelitian menyebutkan bahwa darah menstruasi yang keluar banyaknya kira-kira hanya 150 ml atau sekitar empat sampai enam sendok saja. Jadi tidak benar kalau tubuh akan menjadi lemas hanya karena Anda sedang menstruasi. 2. Sedang menstruasi berarti sedang sakit. Justru sebaliknya, menstruasi adalah proses alami yang dialami oleh setiap perempuan produktif. Menstruasi berarti perempuan tersebut sehat dan sistem reproduksinya bekerja dengan normal sebagaimana mestinya. 3. Ingin menstruasi lancar, sering-seringlah minum soft drink. Banyak yang percaya sela...

7 Gejala Masalah Payudara Tak Boleh Diabaikan

SEJAK lahir, payudara menempel di tubuh Anda. Namun, berapa banyak yang benar-benar Anda tahu tentangnya? Kebanyakan wanita hanya berkunjung ke dokter jika merasakan sakit atau ketidaknyamanan. Padahal, penting bagi Anda untuk menyadari perubahan payudara agar jauh dari risiko kanker. "Payudara Anda secara mengalami perubahan selama hidup Anda, tergantung pada perubahan kadar hormon, perubahan pramenstruasi, kehamilan dan menyusui, dan akhirnya menopause," jelas Cynara Coomer MD, kepala operasi payudara di Staten Island University Hospital dan asisten klinis profesor bedah di Mount Sinai School of Medicine di New York, seperti dilansir Yahoo Health. "Mengetahui apa yang dirasakan payudara, bagaimana penampilan fisiknya, dan menyadari perubahannya pada setiap siklus usia dapat membantu Anda mengetahui keadaan normal dan penyakit yang mungkin terjadi," tambahnya. Nyeri payudara, normalkah? Adalah normal jika payudara terasa nyeri selama periode menstruasi, terutama be...