Skip to main content

Posisi Hubungan Seks Yang Terbaik Selama kehamilan

Bila anda hamil bukan berarti anda tidak dapat melakukan hubungan seks
lagi. Anda tetap dapat melakukan hubungan suami isteri selama anda
hamil sembilan bulan kecuali tentu saja jika ada alasan secara medis
dan atas saran dari dokter anda untuk tidak melakukan hubungan seks.

Tetapi pada saat kehamilan sudh semakin membesar makaa perut andapun
akan semakin besar dan saat itu anda perlu melakukan dan mencari
posisi seks yang nyaman buat anda saat melakukan hubungan seks ini.

BEBERAPA POSISI HUBUNGAN SEKS TERBAIK SELAMA KEHAMILAN:

• Posisi wanita diatas. Posisi ini yang paling nyaman untuk banyak ibu
hamil terutama karena wanita hamil dapat mengontrol kedalaman
penetrasi.

• Posisi duduk. Posisi ini biasanya pada kehamilan pertengahan atau
lanjut dimana tidak memerlukan banyak gerakan. Pria duduk dan wanita
duduk diatasnya saling berhadapan atau membelakangi yang pria bila
perut sudah sangat besar. Posisi ini juga memungkinkan wanita untuk
mengontrol kedalaman penetrasi.

• Posisi laki-laki diatas tetapi berbaring hanya separuh tubuh.

• Posisi berlutut atau berdiri.

Yang paling penting dari semua posisi seks selama kehamilan ini adalah
jangan meletakkan berat badan anda ke perut ibu hamil selama hubungan
seksual atau batasilah tekanan diperut ibu hamil.

Yang tetap harus anda ingat, bahwa hubungan seksual dapat menjdi salah
satu bagian penting dalam pernyataan perasaan kasih saying, rasa aman
dan tenang, kebersamaan, kedekatan perasaan dalam hubungan suami
isteri. Tetapi jangan menjadikan hubungan seks memegang peranan paling
berkuasa dalam keselarasan hubungan suami isteri. Anda tetap dapat
menyatakan perasaan kasih sayang dengan saling bertukar pikiran
(komunikasi), berpelukan, ciuman, ataupun pijatan tanpa harus
melakukan hubungan seksual. Yang terpenting mencoba untuk saling
mengerti keinginan pasangan.

Sumber:
Dr.Suririnah-www.InfoIbu.com

Comments

Popular posts from this blog

Usai Melahirkan, Kok Rambutku Rontok?

BARU sebulan ini Anda melahirkan anak pertama. Sejak beberapa hari pascamelahirkan, Anda perhatikan kok rambut jadi sering rontok. Apa penyebabnya? Apakah kondisi ini normal dialami perempuan pascamelahirkan? Kapan kondisi rambut akan menjadi normal kembali dan bagaimana perawatannya? dr Fakriantini Jayaputri, SpOG dari Rumah Sakit Zahirah memaparkan, rambut rontok pascamelahirkan disebabkan karena peningkatan hormon estrogen selama hamil yang kemudian menurun begitu melahirkan sehingga memengaruhi juga volume rambut. ‘Tahap Istirahat’ Pascamelahirkan Setelah melahirkan, kadar estrogen akan menurun sehingga membuat banyak rambut memasuki tahap istirahat. Kadar estrogen yang turun ini akan membuat seseorang mengalami kerontokkan rambut yang lebih banyak daripada biasanya baik saat keramas atau sedang menyisir. Secara normal berkisar 85-95 persen rambut di kepala akan tumbuh dan sisanya, berkisar 5-15 persen berada dalam tahap istirahat. Setelah masa istirahat, rambut ini akan rontok dan...

Cara Mengobati Gatal Tenggorokan (How to Treat Itchy Throat)

Bila istirahat malam Anda terganggu karena gatal tenggorokan, jangan buru-buru meminum obat batuk. Ada pilihan obat yang lebih alami, praktis, namun tetap efektif. Madu. Untuk mendapatkan manfaat itu, Anda tak memerlukan banyak cairan madu. Cukup gunakan 1-2 sendok teh, sesuai kebutuhan. Tambahkan seduhan teh hangat dan perasan lemon untuk efek yang lebih bagus. Selain melegakan tenggorokan, madu juga mengandung antioksidan. Menurut hasil penelitian terbaru, madu juga bisa memiliki efek antibakteri, sehingga bisa menjadi alternatif terapi sinusitis. Teteskan cairan madu ke secangkir air panas. Hirup uapnya. Ini berkhasiat untuk mengurangi keluhan hidung tersumbat sekaligus menghilangkan bakteri. Sumber: suaramerdeka.com

Sindrom Alkohol Bisa Hambat Perkembangan Bayi

SINDROM alkohol pada janin atau fetal alkohol syndrome (FAS) adalah kondisi akibat paparan alkohol sebelum kelahiran. FAS adalah penyebab dari keterbelakangan mental pada anak. Di samping keterbelakangan mental, FAS juga menyebabkan kelainan bentuk kerangka dan sistem organ besar (terutama jantung dan otak), gangguan pertumbuhan, masalah sistem saraf pusat, miskin keterampilan motorik, kematian, masalah belajar, memori, interaksi sosial, gangguan bicara, dan pendengaran. Ada pula fitur wajah yang merupakan ciri khas dari bayi FAS, yaitu mata kecil, hidung pendek atau terbalik, pipi datar dan bibir tipis. Meski penampilan fisik ini memudar ketika anak tumbuh, tetap saja mengalami kesulitan seumur hidup. Istilah dari alkohol yang lain ada pula, seperti fetal alkohol effects (FAE), yang dibagi menjadi dua kategori, yakni alkohol related neurodevelopmental disorder (ARND) dan alkohol related birth defect (ARBD). ARND menggambarkan gangguan mental dan perilaku seperti ketidakmampuan belajar...