Skip to main content

Halau Stres dengan Latihan Pernapasan

STRES kini bukanlah hal yang aneh dan telah sulit dilepaskan dari
bagian hidup masyarakat, terutama mereka memiliki aktivitas padat atau
yang hidup di daerah perkotaan. Lalu bagaimana kita menyikapinya? Dia
antara banyak teknik pereda stres, ada cara mudah yang bisa kita
lakukan yakni bernapas.

Tak hanya efektif dengan singkat, Anda pun bisa melakukannya di mana
saja. Banyak teknik bernapas yang bisa Anda pilih untuk meredakan
ketegangan tubuh, seperti dalam beberapa teknik yoga. Berikut alasan
mengapa teknik bernapas bisa sangat membantu kita saat tengah dilanda
stres.

1. Stres diketahui memiliki dampak yang luas pada berbagai aspek
kehidupan baik secara fisik maupun mental. Latihan pernapasan
merupakan cara yang efektif untuk mengenyahkan ketegangan dan
kecemasan karena mampu meredakan hiperventilasi atau keadaan napas
yang berlebihan akibat kecemasan yang mungkin disertai dengan histeria
atau serangan panik. Juga, sakit kepala, kelelahan, membantu Anda
untuk tidur lebih nyenyak.

2. Anda bisa langsung melakukan latihan pernapasan setiap kali Anda
mengalami stres atau bila Anda ingin merasa lebih baik di tengah
situasi buruk yang membuat Anda kebingungan mengenai apa yang mesti
dilakukan. Bisa juga saat Anda ingin menjernihkan pikiran, merilekskan
tubuh, saat Anda merasa kesal saat segala sesuatunya tak sesuai dengan
yang diinginkan, atau kala Anda tengah sedih karena berselisih dengan
pasangan dan ingin menenangkan diri.

3. Bila latihan ini dilakukan secara rutin, Anda akan menyadari bahwa
Anda mampu menangani segala situasi buruk dengan lebih mudah daripada
sebelumnya. (Pri/OL-06)


Sumber:
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/12/09/3442/13/Halau-Stres-dengan-Latihan-Pernapasan-

Comments

Popular posts from this blog

Usai Melahirkan, Kok Rambutku Rontok?

BARU sebulan ini Anda melahirkan anak pertama. Sejak beberapa hari pascamelahirkan, Anda perhatikan kok rambut jadi sering rontok. Apa penyebabnya? Apakah kondisi ini normal dialami perempuan pascamelahirkan? Kapan kondisi rambut akan menjadi normal kembali dan bagaimana perawatannya? dr Fakriantini Jayaputri, SpOG dari Rumah Sakit Zahirah memaparkan, rambut rontok pascamelahirkan disebabkan karena peningkatan hormon estrogen selama hamil yang kemudian menurun begitu melahirkan sehingga memengaruhi juga volume rambut. ‘Tahap Istirahat’ Pascamelahirkan Setelah melahirkan, kadar estrogen akan menurun sehingga membuat banyak rambut memasuki tahap istirahat. Kadar estrogen yang turun ini akan membuat seseorang mengalami kerontokkan rambut yang lebih banyak daripada biasanya baik saat keramas atau sedang menyisir. Secara normal berkisar 85-95 persen rambut di kepala akan tumbuh dan sisanya, berkisar 5-15 persen berada dalam tahap istirahat. Setelah masa istirahat, rambut ini akan rontok dan...

7 Mitos Seputar Menstruasi

MITOS seringkali dipercaya, berkembang dalam masyarakat dengan penyampaian informasi yang kurang tepat, kurang lengkap, bahkan terlalu berlebihan. Hal ini menimbulkan sikap antipati, defensif bahkan diskriminasi pada situasi tertentu. Sesudah mitos mengenai seksualitas, ternyata mitos mengenai menstruasi juga beredar dalam masyarakat dan turun temurun diberitahukan. Beberapa di antaranya: 1. Menstruasi membuat tubuh menjadi lemah. Hasil penelitian menyebutkan bahwa darah menstruasi yang keluar banyaknya kira-kira hanya 150 ml atau sekitar empat sampai enam sendok saja. Jadi tidak benar kalau tubuh akan menjadi lemas hanya karena Anda sedang menstruasi. 2. Sedang menstruasi berarti sedang sakit. Justru sebaliknya, menstruasi adalah proses alami yang dialami oleh setiap perempuan produktif. Menstruasi berarti perempuan tersebut sehat dan sistem reproduksinya bekerja dengan normal sebagaimana mestinya. 3. Ingin menstruasi lancar, sering-seringlah minum soft drink. Banyak yang percaya sela...

7 Gejala Masalah Payudara Tak Boleh Diabaikan

SEJAK lahir, payudara menempel di tubuh Anda. Namun, berapa banyak yang benar-benar Anda tahu tentangnya? Kebanyakan wanita hanya berkunjung ke dokter jika merasakan sakit atau ketidaknyamanan. Padahal, penting bagi Anda untuk menyadari perubahan payudara agar jauh dari risiko kanker. "Payudara Anda secara mengalami perubahan selama hidup Anda, tergantung pada perubahan kadar hormon, perubahan pramenstruasi, kehamilan dan menyusui, dan akhirnya menopause," jelas Cynara Coomer MD, kepala operasi payudara di Staten Island University Hospital dan asisten klinis profesor bedah di Mount Sinai School of Medicine di New York, seperti dilansir Yahoo Health. "Mengetahui apa yang dirasakan payudara, bagaimana penampilan fisiknya, dan menyadari perubahannya pada setiap siklus usia dapat membantu Anda mengetahui keadaan normal dan penyakit yang mungkin terjadi," tambahnya. Nyeri payudara, normalkah? Adalah normal jika payudara terasa nyeri selama periode menstruasi, terutama be...