Skip to main content

Deteksi Kesehatan lewat Kuku

PERNAHKAH Anda menyadari warna kuku terlihat aneh? Kebanyakan dari kita sesekali menghadapi masalah kuku, maka Anda tak perlu panik. Tetapi jika kuku Anda secara konsisten terlihat aneh, ini dapat menjadi indikator masalah kesehatan dan ada baiknya diperiksakan ke dokter.

Simak tujuh sinyal coba disampaikan kuku terhadap kesehatan Anda, seperti diulas Allwomenstalk.

Kuku berwarna pucat
Seiring bertambahnya usia, warna kuku menjadi lebih terang, pink pucat dibanding saat kita remaja. Namun, kuku yang tiba-tiba pucat daripada sekian pekan ke belakang, juga dapat menunjukkan lebih banyak masalah serius, seperti anemia, jantung, atau penyakit hati.

Kuku berwarna kuning
Jika kuku Anda berwarna kekuningan, bisa berarti kuku Anda terlalu lama memakai cat kuku atau Anda mengalami infeksi jamur. Tenang, kebanyakan infeksi jamur kuku dapat dengan mudah diobati.

Kuku berwarna kebiruan

Kuku berwarna kebiruan biasanya menunjukkan masalah dengan oksigen dalam tubuh, paling sering menyebabkan penyakit paru-paru atau diabetes. Hal ini juga bisa berarti Anda hanya kedinginan.

Kuku berlubang
Pernahkah Anda melihat lubang kecil di kuku Anda? Sering kali, hanya karena Anda melukai kuku saat tumbuh. Tapi jika lubang tersebut banyak, ini bisa menjadi tanda awal psoriasis atau bahkan arthritis.

Kuku pecah dan terbelah
Jika kuku Anda selalu retak, terbelah, atau lapisannya mengelupas, ini bisa menjadi indikasi yang cukup jelas dari penyakit tiroid. Tes untuk mengetahui gejala sangat disarankan.

Kuku bengkak dan kutikula berwarna merah
Jika kutikula dan kuku Anda berwarna merah dan bengkak, ini dapat menjadi indikator lupus, gangguan jaringan ikat, atau penyakit lainnya. Juga, bisa berarti Anda telah melukai kutikula dengan remover cat kuku beralkohol keras.

Warna biru-hitam atau ungu-hitam pada garis di bawah kuku
Ini bisa merupakan masalah serius, karena biasanya merupakan indikator kanker kulit melanoma. Sangat disarankan untuk Anda segera memeriksakan diri ke dokter, karena deteksi dini melanoma dapat berarti perbedaan antara hidup dan mati.

(ftr)

Comments

Popular posts from this blog

Usai Melahirkan, Kok Rambutku Rontok?

BARU sebulan ini Anda melahirkan anak pertama. Sejak beberapa hari pascamelahirkan, Anda perhatikan kok rambut jadi sering rontok. Apa penyebabnya? Apakah kondisi ini normal dialami perempuan pascamelahirkan? Kapan kondisi rambut akan menjadi normal kembali dan bagaimana perawatannya? dr Fakriantini Jayaputri, SpOG dari Rumah Sakit Zahirah memaparkan, rambut rontok pascamelahirkan disebabkan karena peningkatan hormon estrogen selama hamil yang kemudian menurun begitu melahirkan sehingga memengaruhi juga volume rambut. ‘Tahap Istirahat’ Pascamelahirkan Setelah melahirkan, kadar estrogen akan menurun sehingga membuat banyak rambut memasuki tahap istirahat. Kadar estrogen yang turun ini akan membuat seseorang mengalami kerontokkan rambut yang lebih banyak daripada biasanya baik saat keramas atau sedang menyisir. Secara normal berkisar 85-95 persen rambut di kepala akan tumbuh dan sisanya, berkisar 5-15 persen berada dalam tahap istirahat. Setelah masa istirahat, rambut ini akan rontok dan...

7 Mitos Seputar Menstruasi

MITOS seringkali dipercaya, berkembang dalam masyarakat dengan penyampaian informasi yang kurang tepat, kurang lengkap, bahkan terlalu berlebihan. Hal ini menimbulkan sikap antipati, defensif bahkan diskriminasi pada situasi tertentu. Sesudah mitos mengenai seksualitas, ternyata mitos mengenai menstruasi juga beredar dalam masyarakat dan turun temurun diberitahukan. Beberapa di antaranya: 1. Menstruasi membuat tubuh menjadi lemah. Hasil penelitian menyebutkan bahwa darah menstruasi yang keluar banyaknya kira-kira hanya 150 ml atau sekitar empat sampai enam sendok saja. Jadi tidak benar kalau tubuh akan menjadi lemas hanya karena Anda sedang menstruasi. 2. Sedang menstruasi berarti sedang sakit. Justru sebaliknya, menstruasi adalah proses alami yang dialami oleh setiap perempuan produktif. Menstruasi berarti perempuan tersebut sehat dan sistem reproduksinya bekerja dengan normal sebagaimana mestinya. 3. Ingin menstruasi lancar, sering-seringlah minum soft drink. Banyak yang percaya sela...

7 Gejala Masalah Payudara Tak Boleh Diabaikan

SEJAK lahir, payudara menempel di tubuh Anda. Namun, berapa banyak yang benar-benar Anda tahu tentangnya? Kebanyakan wanita hanya berkunjung ke dokter jika merasakan sakit atau ketidaknyamanan. Padahal, penting bagi Anda untuk menyadari perubahan payudara agar jauh dari risiko kanker. "Payudara Anda secara mengalami perubahan selama hidup Anda, tergantung pada perubahan kadar hormon, perubahan pramenstruasi, kehamilan dan menyusui, dan akhirnya menopause," jelas Cynara Coomer MD, kepala operasi payudara di Staten Island University Hospital dan asisten klinis profesor bedah di Mount Sinai School of Medicine di New York, seperti dilansir Yahoo Health. "Mengetahui apa yang dirasakan payudara, bagaimana penampilan fisiknya, dan menyadari perubahannya pada setiap siklus usia dapat membantu Anda mengetahui keadaan normal dan penyakit yang mungkin terjadi," tambahnya. Nyeri payudara, normalkah? Adalah normal jika payudara terasa nyeri selama periode menstruasi, terutama be...