Skip to main content

Deteksi Dini Kanker Payudara di Rumah

FAKTA menunjukkan bahwa kanker payudara merupakan kanker solid yang mempunyai insiden tertinggi di dunia. Karenanya, mendeteksi sejak dini merupakan langkah tepat yang harus dilakukan. Lantas. bagaimana cara untuk melakukannya?

Penyakit kanker hingga saat ini masih menjadi penyakit yang "mahal" dan "menakutkan". Pasalnya, dibutuhkan biaya yang besar untuk memeriksakan diri ke dokter sebelum sakit atau melakukan cek-up rutin. Karenanya, banyak orang tidak bisa mendeteksi dini penyakit yang satu ini. Namun kini, ada cara yang mudah untuk dilakukan setiap orang mendeteksi kanker payudara di rumah.

Ilmuwan Inggris telah mengembangkan sebuah scanner yang memungkinkan untuk mendeteksi kanker payudara di rumah. Profesor Zhipeng Wu dari Universitas Manchester telah mengembangkan sebuah scanner portabel kompak yang memungkinkan perempuan untuk memeriksa kelenjar susu di rumah. Demikian yang dinukil dari Genius Beauty, Minggu (26/12/2010).

Perangkat ini terdiri dari detektor berbentuk cup yang melekat pada payudara, bahkan lebih dari bra, dan panel kontrol dengan layar. Perangkat akan memindai jaringan payudara menggunakan gelombang radio frekuensi tertentu. Formasi abnormal ditampilkan pada layar dengan warna khusus.

Perangkat baru tidak memerlukan satu perangkat untuk membubuhkan gel cair pada payudara seperti yang dilakukan di mamografi USG konvensional.

Penemu berkeyakinan bahwa produksi yang banyak unit perangkat ini akan membuat harganya jadi terjangkau dan memungkinkan perempuan berisiko (mengidap kanker) untuk terus-menerus memeriksa diri mereka sendiri di rumah tanpa bantuan alat-alat lengkap di rumah sakit.

Banyak perempuan saat ini percaya bahwa perangkat tersebut akan mendapatkan popularitas karena mereka bisa secara aktif menjaga kesehatan lebih dari sebelumnya.




(nsa)
http://lifestyle.okezone.com

Comments

Popular posts from this blog

Usai Melahirkan, Kok Rambutku Rontok?

BARU sebulan ini Anda melahirkan anak pertama. Sejak beberapa hari pascamelahirkan, Anda perhatikan kok rambut jadi sering rontok. Apa penyebabnya? Apakah kondisi ini normal dialami perempuan pascamelahirkan? Kapan kondisi rambut akan menjadi normal kembali dan bagaimana perawatannya? dr Fakriantini Jayaputri, SpOG dari Rumah Sakit Zahirah memaparkan, rambut rontok pascamelahirkan disebabkan karena peningkatan hormon estrogen selama hamil yang kemudian menurun begitu melahirkan sehingga memengaruhi juga volume rambut. ‘Tahap Istirahat’ Pascamelahirkan Setelah melahirkan, kadar estrogen akan menurun sehingga membuat banyak rambut memasuki tahap istirahat. Kadar estrogen yang turun ini akan membuat seseorang mengalami kerontokkan rambut yang lebih banyak daripada biasanya baik saat keramas atau sedang menyisir. Secara normal berkisar 85-95 persen rambut di kepala akan tumbuh dan sisanya, berkisar 5-15 persen berada dalam tahap istirahat. Setelah masa istirahat, rambut ini akan rontok dan...

7 Mitos Seputar Menstruasi

MITOS seringkali dipercaya, berkembang dalam masyarakat dengan penyampaian informasi yang kurang tepat, kurang lengkap, bahkan terlalu berlebihan. Hal ini menimbulkan sikap antipati, defensif bahkan diskriminasi pada situasi tertentu. Sesudah mitos mengenai seksualitas, ternyata mitos mengenai menstruasi juga beredar dalam masyarakat dan turun temurun diberitahukan. Beberapa di antaranya: 1. Menstruasi membuat tubuh menjadi lemah. Hasil penelitian menyebutkan bahwa darah menstruasi yang keluar banyaknya kira-kira hanya 150 ml atau sekitar empat sampai enam sendok saja. Jadi tidak benar kalau tubuh akan menjadi lemas hanya karena Anda sedang menstruasi. 2. Sedang menstruasi berarti sedang sakit. Justru sebaliknya, menstruasi adalah proses alami yang dialami oleh setiap perempuan produktif. Menstruasi berarti perempuan tersebut sehat dan sistem reproduksinya bekerja dengan normal sebagaimana mestinya. 3. Ingin menstruasi lancar, sering-seringlah minum soft drink. Banyak yang percaya sela...

7 Gejala Masalah Payudara Tak Boleh Diabaikan

SEJAK lahir, payudara menempel di tubuh Anda. Namun, berapa banyak yang benar-benar Anda tahu tentangnya? Kebanyakan wanita hanya berkunjung ke dokter jika merasakan sakit atau ketidaknyamanan. Padahal, penting bagi Anda untuk menyadari perubahan payudara agar jauh dari risiko kanker. "Payudara Anda secara mengalami perubahan selama hidup Anda, tergantung pada perubahan kadar hormon, perubahan pramenstruasi, kehamilan dan menyusui, dan akhirnya menopause," jelas Cynara Coomer MD, kepala operasi payudara di Staten Island University Hospital dan asisten klinis profesor bedah di Mount Sinai School of Medicine di New York, seperti dilansir Yahoo Health. "Mengetahui apa yang dirasakan payudara, bagaimana penampilan fisiknya, dan menyadari perubahannya pada setiap siklus usia dapat membantu Anda mengetahui keadaan normal dan penyakit yang mungkin terjadi," tambahnya. Nyeri payudara, normalkah? Adalah normal jika payudara terasa nyeri selama periode menstruasi, terutama be...