Skip to main content

Berhenti Merokok Tingkatkan Mood

KEBIJAKSANAAN konvensional mengatakan, banyak perokok menggunakan
rokok untuk mengurangi kecemasan dan depresi. Namun studi terbaru
menunjukkan, bahwa berhenti merokok justru membuat orang lebih
bahagia.

Dalam studi terbaru, para peneliti melacak gejala depresi pada orang
yang mencoba berhenti merokok dan menemukan fakta bahwa mereka tidak
pernah lebih bahagia daripada ketika sedang berhasil.

Berdasarkan hasil studi, penulis merekomendasikan bahwa perokok yang
mencoba berhenti dari kebiasaannya itu merupakan langkah untuk
memperbaiki mental serta kesehatan fisik. Demikian diungkapkan
Christopher Kahler, penulis dan profesor riset kesehatan masyarakat di
Warren Alpert Medical School of Brown University.

Mereka tidak berhenti merokok, karena beberapa perokok mungkin takut,
sehingga menjadi gambaran suram korban psikologis yang memiliki
pandangan hal itu dilakukan demi umur panjang.

"Telah sering asumsi yang menyebutkan bahwa orang mungkin merokok
karena memiliki sifat antidepresi dan jika mereka berhenti mungkin
menginstalnya dengan episode depresi," kata Kahler yang dikutip dari
Times of India, Senin (24/1/2011).

"Apa yang mengejutkan adalah, bahwa pada saat Anda mengukur mood
perokok, bahkan jika mereka hanya berhasil untuk sementara waktu,
mereka sudah melaporkan gejala yang kurang dari depresi," sambungnya.

Kahler dan rekan dari Brown, The Miriam Hospital, dan University of
Southern California mempelajari sekelompok 236 pria dan wanita yang
berusaha untuk berhenti merokok, yang kebetulan juga peminum berat.

Mereka menerima potongan kecil nikotin dan berhenti melakukan
konseling, kemudian sepakat untuk berhenti di tanggal yang ditentukan.
Beberapa saran khusus juga diberikan untuk mengurangi kebiasaan minum.

Peserta mengambil tes standar gejala depresi selama sepekan sebelum
tanggal berhenti kebiasaan buruk tersebut, kemudian melihat kondisi
mereka pada tanggal dua, delapan, 16, dan 28 pekan setelah tanggal
yang ditetapkan tersebut.

Semua, kecuali 29 peserta yang turut andil menjadi salah satu dari
empat perilaku berhenti dengan cara yang berbeda. 99 subjek tidak
pernah abstain, 44 hanya berpuasa saat dinilai selama dua pekan, 33
berhasil tetap merokok saat dicek selama dua dan delapan pekan, 33
berhasil menjauhi rokok untuk memelajari seluruh waktu yang
ditentukan.

Yang paling ilustratif, dan agak tragis, subjek adalah orang yang
hanya berhenti sementara. Suasana hati mereka jelas terang saat
pemeriksaan ketika mereka berpuasa.

Setelah kembali kepada kebiasaannya merokok, suasana hati mereka
gelap. Bahkan, dalam beberapa kasus ke tingkat yang lebih tinggi
mengalami kesedihan dari sebelumnya.

"Korelasi yang kuat dalam waktu antara kebahagiaan meningkat dan
pantang mengirimkan kisah melalui kedua tangannya," kata Kahler, yang
berbasis di Brown's Center for Alcohol and Addiction Studies (CAAS).

Subjek yang tidak pernah berhenti merokok tetap tidak bahagia selama
penelitian. Orang-orang yang berhenti dan terjebak dengan pantangan
merokok adalah pribadi yang paling bahagia untuk memulai hidup sehat,
dan tetap pada tingkat yang kuat yang sama dengan seluruh kebahagiaan.

Penelitian ini telah dipublikasikan secara online dalam jurnal
Nicotine and Tobacco Research pada 24 November lalu.

(nsa)
http://lifestyle.okezone.com/read/2011/01/24/195/417444/berhenti-merokok-tingkatkan-mood

Comments

Popular posts from this blog

7 Mitos Seputar Menstruasi

MITOS seringkali dipercaya, berkembang dalam masyarakat dengan penyampaian informasi yang kurang tepat, kurang lengkap, bahkan terlalu berlebihan. Hal ini menimbulkan sikap antipati, defensif bahkan diskriminasi pada situasi tertentu. Sesudah mitos mengenai seksualitas, ternyata mitos mengenai menstruasi juga beredar dalam masyarakat dan turun temurun diberitahukan. Beberapa di antaranya: 1. Menstruasi membuat tubuh menjadi lemah. Hasil penelitian menyebutkan bahwa darah menstruasi yang keluar banyaknya kira-kira hanya 150 ml atau sekitar empat sampai enam sendok saja. Jadi tidak benar kalau tubuh akan menjadi lemas hanya karena Anda sedang menstruasi. 2. Sedang menstruasi berarti sedang sakit. Justru sebaliknya, menstruasi adalah proses alami yang dialami oleh setiap perempuan produktif. Menstruasi berarti perempuan tersebut sehat dan sistem reproduksinya bekerja dengan normal sebagaimana mestinya. 3. Ingin menstruasi lancar, sering-seringlah minum soft drink. Banyak yang percaya sela...

7 Gejala Masalah Payudara Tak Boleh Diabaikan

SEJAK lahir, payudara menempel di tubuh Anda. Namun, berapa banyak yang benar-benar Anda tahu tentangnya? Kebanyakan wanita hanya berkunjung ke dokter jika merasakan sakit atau ketidaknyamanan. Padahal, penting bagi Anda untuk menyadari perubahan payudara agar jauh dari risiko kanker. "Payudara Anda secara mengalami perubahan selama hidup Anda, tergantung pada perubahan kadar hormon, perubahan pramenstruasi, kehamilan dan menyusui, dan akhirnya menopause," jelas Cynara Coomer MD, kepala operasi payudara di Staten Island University Hospital dan asisten klinis profesor bedah di Mount Sinai School of Medicine di New York, seperti dilansir Yahoo Health. "Mengetahui apa yang dirasakan payudara, bagaimana penampilan fisiknya, dan menyadari perubahannya pada setiap siklus usia dapat membantu Anda mengetahui keadaan normal dan penyakit yang mungkin terjadi," tambahnya. Nyeri payudara, normalkah? Adalah normal jika payudara terasa nyeri selama periode menstruasi, terutama be...

Jenis-Jenis Kolesterol

Kolesterol merupakan suatu kata yang sangat umum di masyarakat. Namun sedikit yang tahu bahwa kolesterol dapat menganggu siapa saja, bahkan merupakan silent killer. Gangguan kolesterol yang tinggi atau hiperkolesterolemia, apabila tidak ditangani dengan bijak dan tepat dapat mengarah pada berbagai macam penyakit serius, seperti jantung koroner, diabetes militus, stroke, dan disfungsi ereksi. Jenis-jenis penyakit serius tersebut saat ini sudah semakin banyak diderita masyarakat yang berusia produktif, dan jumlahnya pun semakin meningkat setiap tahun. Kolesterol sendiri adalah senyawa lemak kompleks, yang 80 persen dihasilkan dari dalam tubuh (organ hati) dan 20 persen sisanya dari luar tubuh (zat makanan) untuk bermacam-macam fungsi di dalam tubuh, antara lain membentuk dinding sel. Kolesterol yang berada dalam zat makanan yang kita makan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Tetapi sejauh pemasukan ini seimbang dengan kebutuhan, tubuh kita akan tetap sehat. Kolesterol tidak ...