Skip to main content

Bawang dapat Mencegah Penyakit Jantung

Baru-baru ini sebuah penelitian menyatakan bawang dapat mengurangi penyakit jantung. Penelitian yang dilakukan oleh tim Institute of Food Research telah menemukan satu senyawa penting dalam bawang yang dapat meningkatkan antibodi tubuh. Senyawa itu adalah quercetin. Zat tersebut juga dapat ditemukan pada daun teh, apel, dan anggur merah.

Seperti dilansir BBC, Minggu (4/11/2007), studi Atherosclerosis telah menemukan efek dari senyawa yang memproduksi quercetin terhadap tubuh. Bawang ternyata membantu mencegah peradangan kronik yang disebabkan karena menyempitnya pembuluh arteri.

Penelitian tersebut dipimpin oleh Dr Paul Kroon dari Institute of Food Research. Dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa quercetin merupakan senyawa penting yang mempercepat metabolisme intestine dan liver. Dan senyawa tersebut tidak terdapat dalam darah.

"Kami telah mengetes zat tersebut dan memasukannya ke darah. Hasilnya, zat tersebut sangat berpengaruh terhadap kesehatan pembuluh arteri," ujar Dr Paul Kroon.

Penelitian tersebut membuktikan bahwa orang yang jarang mengkonsumsi bawang akan lebih berpeluang terkena serangan jantung dari pada yang mengkonsumsi 100 hingga 200 gram setiap hari.

Penemuan tersebut juga didukung oleh Bridget Aisbitt, seorang ahli nutrisi di British Nutrition Foundation.

"Di Inggris Raya kami hanya mengkonsumsi rata-rata dua porsi buah dan sayuran setiap hari. Dan penelitian ini sangat penting bagi kita untuk mengkonsumsi lebih dari lima kali setiap hari untuk menjaga kesehatan kita," ujar Aisbitt.


Sumber: OkeZone.com

Comments

Popular posts from this blog

Usai Melahirkan, Kok Rambutku Rontok?

BARU sebulan ini Anda melahirkan anak pertama. Sejak beberapa hari pascamelahirkan, Anda perhatikan kok rambut jadi sering rontok. Apa penyebabnya? Apakah kondisi ini normal dialami perempuan pascamelahirkan? Kapan kondisi rambut akan menjadi normal kembali dan bagaimana perawatannya? dr Fakriantini Jayaputri, SpOG dari Rumah Sakit Zahirah memaparkan, rambut rontok pascamelahirkan disebabkan karena peningkatan hormon estrogen selama hamil yang kemudian menurun begitu melahirkan sehingga memengaruhi juga volume rambut. ‘Tahap Istirahat’ Pascamelahirkan Setelah melahirkan, kadar estrogen akan menurun sehingga membuat banyak rambut memasuki tahap istirahat. Kadar estrogen yang turun ini akan membuat seseorang mengalami kerontokkan rambut yang lebih banyak daripada biasanya baik saat keramas atau sedang menyisir. Secara normal berkisar 85-95 persen rambut di kepala akan tumbuh dan sisanya, berkisar 5-15 persen berada dalam tahap istirahat. Setelah masa istirahat, rambut ini akan rontok dan...

7 Mitos Seputar Menstruasi

MITOS seringkali dipercaya, berkembang dalam masyarakat dengan penyampaian informasi yang kurang tepat, kurang lengkap, bahkan terlalu berlebihan. Hal ini menimbulkan sikap antipati, defensif bahkan diskriminasi pada situasi tertentu. Sesudah mitos mengenai seksualitas, ternyata mitos mengenai menstruasi juga beredar dalam masyarakat dan turun temurun diberitahukan. Beberapa di antaranya: 1. Menstruasi membuat tubuh menjadi lemah. Hasil penelitian menyebutkan bahwa darah menstruasi yang keluar banyaknya kira-kira hanya 150 ml atau sekitar empat sampai enam sendok saja. Jadi tidak benar kalau tubuh akan menjadi lemas hanya karena Anda sedang menstruasi. 2. Sedang menstruasi berarti sedang sakit. Justru sebaliknya, menstruasi adalah proses alami yang dialami oleh setiap perempuan produktif. Menstruasi berarti perempuan tersebut sehat dan sistem reproduksinya bekerja dengan normal sebagaimana mestinya. 3. Ingin menstruasi lancar, sering-seringlah minum soft drink. Banyak yang percaya sela...

7 Gejala Masalah Payudara Tak Boleh Diabaikan

SEJAK lahir, payudara menempel di tubuh Anda. Namun, berapa banyak yang benar-benar Anda tahu tentangnya? Kebanyakan wanita hanya berkunjung ke dokter jika merasakan sakit atau ketidaknyamanan. Padahal, penting bagi Anda untuk menyadari perubahan payudara agar jauh dari risiko kanker. "Payudara Anda secara mengalami perubahan selama hidup Anda, tergantung pada perubahan kadar hormon, perubahan pramenstruasi, kehamilan dan menyusui, dan akhirnya menopause," jelas Cynara Coomer MD, kepala operasi payudara di Staten Island University Hospital dan asisten klinis profesor bedah di Mount Sinai School of Medicine di New York, seperti dilansir Yahoo Health. "Mengetahui apa yang dirasakan payudara, bagaimana penampilan fisiknya, dan menyadari perubahannya pada setiap siklus usia dapat membantu Anda mengetahui keadaan normal dan penyakit yang mungkin terjadi," tambahnya. Nyeri payudara, normalkah? Adalah normal jika payudara terasa nyeri selama periode menstruasi, terutama be...